Wabup Supriatna Salurkan Bantuan Dukung Upacara Ngaben Massal di Desa Adat Tambakan, Buleleng

0
46

 

Balinetizen.com, Buleleng

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyalurkan bantuan dana hibah untuk mendukung operasional upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat adat dan budaya di kawasan Buleleng. Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui program-program yang berdampak langsung pada pelaksanaan upacara adat, salah satunya bantuan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal bagi desa-desa adat di wilayah Buleleng.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Gede Supriatna saat mendampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Ngaben Massal Desa Adat Tambakan, Kamis, (23/7). Dalam prosesi ngaben masal tersebut, tercatat sebanyak 91 Sawa diikutsertakan oleh krama desa setempat.

Wabup Supriatna juga menyampaikan bahwa Pemkab Buleleng memberikan bantuan dana hibah atau punia sebesar Rp1 juta per sawa sehingga bantuan yang disalurkan sebanyak Rp91 juta.

“Harapan kami, selain untuk penguatan adat dan budaya, bantuan ini dapat membantu meringankan beban finansial krama adat yang sedang melaksanakan upacara Pitra Yadnya,” ucap Wabup Supriatna.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah dalam upacara adat ini merupakan bentuk dukungan moral dan apresiasi penuh atas upaya masyarakat lokal dalam menjaga serta melestarikan warisan tradisi Bali. Wabup Supriatna juga memanjatkan doa agar seluruh rangkaian upacara Ngaben Massal di Desa Adat Tambakan dapat berjalan dengan aman, sukses, dan diberikan kelancaran.

Lebih lanjut, Wabup Supriatna menegaskan bahwa skema dukungan terhadap sektor kebudayaan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan ngaben massal. Pemerintah daerah juga mengalokasikan bantuan berkala setiap tahunnya yang ditujukan khusus bagi Desa Adat dan Subak.

Program bantuan tahunan ini dirancang secara terintegrasi guna menunjang pembangunan infrastruktur, tata kelola keagamaan, serta penguatan kelembagaan adat. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan subak, Pemkab Buleleng optimistis pembangunan berbasis kearifan lokal dapat terus diakselerasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan. GS

Baca Juga :  Pecat 3 Kader, PDIP Bali Sebut Tak Ada Toleransi Untuk Pembangkang Partai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here