Warga Dua Desa Keluhkan Pasokan Air PDAM

0
350

Balinetizen.com, Jembrana

Pasokan air bersih PDAM Tirta Amerta Jati, Kabupaten Jembrana dikeluhkan pelanggan di Desa Yehembang dan Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Pasalnya hampir sebulan air bersih yang disalurkan PDAM, mati.

Kondisi itu diduga dipicu saluran instalasi pipa air milik PDAM rusak akibat tersapu banjir bandang pada Minggu, 16 Oktober 2022 lalu. Namun hingga kini tidak mendapat penanganan dari pihak PDAM.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pelanggan khususnya yang tidak memiliki sumur hanya mengandalkan pasokan air bersih bantuan dari BPBD Jembrana. Bantuan air bersih ditampung dibeberapa bak penampungan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

“Hampir sebulan air PDAM mati. Katanya saluran pipa banyak yang rusak akibat banjir” ujar Edik, salah seorang warga Desa Yehembang, Minggu (13/11/2022).

Plt Direktur PDAM Tirta Amerta Jati, I Ngurah Sumber Wijaya, membenarkan pasokan air bersih PDAM di dua desa itu terhenti akibat saluran pipa rusak. “Ya, kami masih menunggu bahan, sudah kami order (pesan). Mudah-mudahan barangnya besok datang” ujarnya, Minggu (13/11/2022).

Perbaikan sambungnya, akan dilakukan dalam waktu dekat. Dan saluran pipa air bersih akan dilakukan bay past, tidak lagi melalui jembatan yang jebol. “Nanti pemasangan pipa tidak lagi menggunakan jalur yang lama karena kami tidak tahu kapan rencana perbaikan jembatan” jelasnya.

Menurutnya pipa rusak akibat banjir tidak hanya terjadi di Yehembang dan Desa Yehembang Kauh, namun juga ditempat lain. Kendati demikian sudah dilakukan perbaikan secara bertahap dan air sudah mengalir normal kembali, seperti di Melaya.
“Bilukpoh di Kelurahan Tegalcangkring dan sekitarnya air sudah mengalir. Terakhir kemarin di Desa Penyaringan dan kota air sudah mengalir. Untuk di Pebuahan segera kami pindahkan pipa distribusi ke sisi utara” ungkapnya
Dikonfirmasi terpisah Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan untuk mengatasi krisis air di Desa Yehembang dan Desa Yehembang Kauh telah berulang kali memberikan bantuan air bersih.

Menurutnya penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki Damkar pada Sat Pol PP Jembrana karena BPBD sendiri belum memiliki kendaraan tangki. “Begitu ada permintaan (air bersih) langsung kita kirim” ujarnya. (Komang Tole)

Baca Juga :  Sambut Maret dengan Liburan Seru: Tiket.com Hadirkan Destinasi Terfavorit dengan Diskon Menggiurkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here