Balinetizen.com, Denpasar
Insiden penembakan terhadap dua warga negara asing (WNA) asal Australia di sebuah vila mewah di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menjadi sorotan serius pemerintah Provinsi Bali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Drs. Dewa Made Indra, menyatakan bahwa keamanan pariwisata Bali merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau aparat keamanan.
“Keamanan dan ketenangan Bali sebagai destinasi wisata internasional adalah harga mati yang harus dijaga oleh semua pihak, bukan hanya oleh aparat atau pemerintah,” tegas Dewa Indra, Selasa (24/6/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali telah menggencarkan edukasi kepada wisatawan, termasuk kampanye panduan perilaku wisatawan ‘Do and Don’t’ yang wajib dipatuhi selama berlibur di Bali.
“Ini bagian dari upaya preventif kami agar wisatawan bisa lebih memahami budaya lokal, norma sosial, serta aturan hukum yang berlaku di Bali,” jelasnya.
Dewa Indra juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat Bali dalam menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman. Ia berharap masyarakat dapat menjadi contoh dalam bersikap dan berperilaku, sehingga wisatawan merasa aman dan mudah beradaptasi.
“Ini adalah tanggung jawab kolektif. Masyarakat Bali harus menjadi teladan agar wisatawan merasa dihargai dan menghormati aturan lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata adalah tulang punggung ekonomi Bali, sehingga harus dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh elemen masyarakat.
“Karena itu, keamanan wisata di Bali bukan semata urusan pemerintah, tetapi menyangkut hajat hidup banyak masyarakat lokal,” tutupnya.
Sebelumnya, peristiwa penembakan terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025, sekitar pukul 00.15 WITA, di Villa CS 1, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung.
Korban tewas dalam kejadian ini adalah seorang WNA asal Australia bernama Zivan Radmanovic (32), yang meninggal di tempat akibat beberapa luka tembak. Sementara itu, rekannya Sanar Ghanim (34) mengalami luka tembak serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di BIMC Hospital Kuta.
Saat kejadian, kedua korban bersama sejumlah orang lainnya sedang berada di dalam vila tersebut. Kasus ini kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian dan melibatkan koordinasi lintas instansi untuk memastikan keadilan dan mengembalikan rasa aman bagi wisatawan.
(Jurnalis: Tri Widiyanti)

