WNA Rusia yang Hilang di Pecatu Ditemukan Tewas, Evakuasi Dramatis

0
31

Balinetizen.com, Badung

 

Operasi pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia yang dilaporkan hilang di sekitar Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026).

​Laporan dugaan hilangnya WNA tersebut berawal pada Sabtu pagi saat warga menemukan sebuah sepeda motor terparkir seharian tanpa pemilik di kawasan Tanjung Mebulu. Menanggapi informasi tersebut, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Denpasar) langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

​Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan koordinasi serta pemantauan area. Pada pukul 10.00 WITA, tim berkoordinasi dengan Polair Polresta Denpasar dan Kepala Lingkungan Desa Pecatu untuk memetakan karakteristik medan tebing yang dikenal terjal.

​Pencarian sempat dilakukan melalui jalur udara menggunakan drone thermal pada pukul 11.45 WITA di sepanjang pinggir tebing, namun belum membuahkan hasil.

​Titik terang muncul beberapa menit kemudian setelah masyarakat setempat mencium bau tidak sedap di sekitar area kejadian. Setelah ditelusuri, warga melihat sesosok jenazah di bawah tebing di antara bebatuan. Untuk memastikan posisi korban, warga berinisiatif menerbangkan drone dari jarak dekat.

​Setelah lokasi dipastikan, pada pukul 13.10 WITA tim SAR gabungan bergerak menuju titik penemuan korban melalui jalur Pantai Nyang-Nyang. Proses evakuasi jenazah pria bernama G Artem (40) tersebut membutuhkan waktu beberapa jam akibat medan yang sangat ekstrem. Sekitar pukul 15.00 WITA, jenazah akhirnya berhasil diangkat ke pesisir pantai.

​Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu Sidhiarta, mengungkapkan bahwa tim menghadapi tantangan berat selama proses evakuasi.

​”Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevakuasi korban, yang pertama terkendala air pasang, jadi kita harus menunggu air surut. Yang kedua, akses jalan yang sangat terjal dan berbatuan,” jelas Wahyu.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Pimpin Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Rabies

​Usai dievakuasi dari bawah tebing, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah Denpasar untuk penanganan medis dan proses lebih lanjut.

​Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, Babinsa, unit SAR Dog, Pecalang, Linmas Pecatu, ORARI Bali, perangkat Desa Pecatu, serta bantuan warga lokal.(RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here