Balinetizen.com, Denpasar-
Demi penghargaannya pada semua partai politik yang ada di Bali serta gairah kecintaannya atas dinamika politik yang ada, membuat politisi senior AAN Oka Ratmadi yang akrab disapa Tjok Rat menyampaikan bahwa dirinya tak ingin ada seorangpun calon bupati atau calon walikota merapat sowan ke rumah kediamannya.
“Saya memegang teguh netralitas, dengan tidak mengurangi rasa hormat ijinkanlah kalau saya tidak berkenan menerima tamu calon dari manapun,” tutur Tjok Rat di kediamannya di Puri Satria, Jumat. (28/8/2020).
Masa kampanye untuk Pilkada kabupaten dan kota di Bali pada 9 Desember terbilang singkat. Waktu sosialisasi program hanya beberapa bulan saja.
Apalagi saat Covid-19 dimana peluang tatap muka bertemu massa jadi terbatas. “Jadi kesempatan menyampaikan program dan sosialisasi diri lebih banyak melalui media khususnya medsos, Saya bahkan memberikan apresiasi kepada KPU yang menetapkan tata cara kampanye hanya melalui media daring, ini bisa mengurangi sampah-sampah spanduk yang mengotori wajah kota,” ujarnya dengan wajah serius.
Melihat kondisi yang ada saat ini, menurut mantan Anggota DPD RI dan Bupati Badung ini, para calon (bupati dan wakil bupati) harus aktif bermain di medsos. “Saya kira paslon yang bisa memanfaatkan IT akan berpeluang besar meraih suara dan simpati,” tambahnya. Apalagi kaum milenial sangat dominan di medsos.
Di sisi lain, Tjok Rat melihat demokrasi saat ini sudah semakin berjalan baik. Pasangan calon sudah banyak muncul. Jadi potensi terjadinya paslon lawan kotak kosong nyaris sulit terjadi.
Untuk itu, Tjok Rat juga berharap paslon yang bertarung di pilkada nanti menjaga nama baik Bali dan bisa menjadi panutan.
“Saya menghimbau anak-anak muda jangan sampai golput, tujukkan patriotisme kita dengan ikut mencoblos di bilik-bilik suara,” pungkasnya. (hd)
Editor : Mahatma Tantra

