Balinetizen.com, Buleleng
Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K.,S.H.,M.Si kelahirannya pada 4 Oktober 1981 yang saat ini berusia 40 Tahun, melepas liarkan 40 Tukik (anak penyu) pada Minggu, 3 Oktober 2021 sekitar Pukul 18.10 Wita di perairan laut Pantai Penimbangan, Singaraja.
Tampak hadir mendampingi kapolres saat pelepas liaran 40 tukik, yakni Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng Nyonya Arda Andrian.P., Kabag Logistik Kompol Made Widana,S.H., Kasat Pol Air AKP Wayan Parta, S.H., Badan Konservasi Sumber Daya Alam Buleleng Putu Citra Suda serta komponen masyarakat lainnya.
Ke 40 tukik yang dilepas liarkan itu, sebelumnya telah di lakukan penangkaran (konservasi) oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng yang diketuai Gede Wiadnyana bersama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Buleleng serta Satuan Pol Air Polres Buleleng.
Pelepasliaran tukik anak penyu ini, mengingat penyu merupakan kura-kura laut yang telah di lindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawasan tumbuhan dan satwa.
Disela-sela pelepas liaran 40 Tukik, Ketua Pokmaswas Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana mengatakan keberadaan penyu sudah hampir punah, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan dengan cara melakukan penangkaran penyu. Penangkaran penyu, dimulai dari proses penetasan telor sampai menjadi tukik.
“Penyu ini dilindungi oleh pemerintah, sehingga perlu untuk dilindungi dan dipertahankan keberadaannya,” ujarnya menegaskan.
Diungkapkan bahwa didunia ini terdapat 7 jenis penyu. Sedangkan yang ditemukan di wilayah pantai perairan laut penimbangan sebanyak 3 jenis penyu, diantaranya Penyu Hijau (chelonia mydas), Penyu Sisit (Eretmochelys imbricata), dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivachea).
“Jenis penyu yang sering naik di pesisir pantai penimbangan dan bertelur adalah Penyu Lekang. Jadi Tukik yang dilepas hari ini oleh Kapolres Buleleng merupakan penetasan dari Penyu Lekang”, tandas Gede Wiadnyana.
Sementara itu, Kapolres Andrian Pramudianto mengungkapkan bahwa dirinya itu baru tahu di Pantai Penimbangan, Singaraja terdapat tempat penangkaran penyu yang dilaksanakan Pokmaswas Penimbangan Lestari.
“Saya baru tahu di pantai oenimbangan ada penangkaran penyu. Kegiatan penangkaran ini, sangat bagus sekali untuk melestarikan penyu yang sudah hampir punah. Bahkan ditengah laut dibuatkan terumbu karang buatan, hal ini perlu untuk dikembangkan dan ditiru ditempat lain,” ucap tegas Kapolres Andrian Pramudianto.
Iapun mengatakan setelah mengetahui di pantai penimbangan ada penangkaran penyu, kemudian dirinya itu mendatangi lokasi tempat penangkaran penyu untuk mengetahui secara langsung. Karena menurutnya kegiatan penangkaran ini sangat bagus sekali.
“Pada hari ini, kita lepas puluhan tukik sebagai bentuk kepedulian kita melindungi penyu yang hampir punah”, pungkasnya.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Gede Sumarjaya,SH mengaku tidak menyangka kalau pimpinan sedang merayakan hari jadinya yang ke-40 Tahun.
“Beliau berlibur mengajak keluarga sambil naik perahu dan melakukan aktivitas menyelam melihat terumbu karang. Sedangkan untuk pelepasan tukik awalnya 15, lalu dapat info ditambah lagi 25 tukik, sehingga 40 tukik yang dilepasliarkan. Tak menyangka ternyata hari lahirnya pimpinan kami. Kami secara pribadi dan kehumasan sekaligus mengucapkan Hari Jadi Kapolres ke- 40 tahun,” tutup Sumarjaya. GS

