Foto: Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi saat panen bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Nadi, Banjar Dinas Pakisan, Desa Pakisan, Kecamatan Kubu Tambahan, Kabupaten Buleleng, Minggu (31/10/2021).
Balinetizen.com, Buleleng
Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi tidak lelah terus memotivasi masyarakat untuk kembali ke sektor pertanian dan memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk menjadi potensi sumber pendapatan dari usaha pertanian.
Wakil rakyat yang dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah” ini juga terus gencar membina dan mendampingi para kaum perempuan yang tergabung dalam KWT (Kelompok Wanita Tani) salah satunya melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Pekarangan Pangan Lestari (P2L) itu sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan, serta pendapatan.
Tidak hanya memfasilitasi bantuan program P2L ini, Gus Adhi juga turun langsung membina KWT bahkan ikut panen bersama KWT untuk lebih membakar semangat para anggota KWT serius dan sungguh-sungguh menggarap potensi yang ada. Misalnya seperti yang dilakukan saat panen bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Nadi, Banjar Dinas Pakisan, Desa Pakisan, Kecamatan Kubu Tambahan, Kabupaten Buleleng, Minggu (31/10/2021).

Kebersamaan dalam kesederhanaan yang penuh keceriaan sangat tampak jelas saat Gus Adhi ikut memetik hasil budidaya petani baik berupa cabai, tomat, terong, pare dan lainnya. Canda tawa dan senda gurau diantara Gus Adhi bersama petani perempuan di KWT ini seakan menjadi “imun booster” di masa pandemi Covid-19.
Usai panen bersama, Gus Adhi bahkan langsung membeli hasil panen petani yang membuat petani di KWT ini tambah sumringah, selain juga mereka mendapatkan hadiah kuis yang digelar secara spontan oleh Anggota Komisi II DPR RI itu.
“Saya senang bisa ikut panen bersama KWT disini. Tentu harapannya KWT lebih serius mengelola program P2L ini,” kata Gus Adhi sumringah.
Wakil rakyat yang dikenal sangat serius dan totalitas membangun pertanian Bali ini mengungkapkan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diberikan bantuan kepada KWT ini anggarannya sebesar Rp 50 juta yang diantaranya juga digunakan untuk membangun rumah benih/rumah bibit, pengadaan sarana prasarana pendukung lainnya hingga ada pendampingan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan).
“Tujuannya P2L untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat dimulai dari keluarga, meningkatkan perekonomian keluarga, meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu anggota KWT ini. Melalui progam P2L ini masyarakat juga disadarkan untuk pemberdayaan lingkungan,” ujar politisi Golkar asal Kerobokan, Badung ini yang lewat berbagai programnya di bidang pertanian ingin terus menghadirkan sejuta senyum untuk petani.

Kegiatan P2L ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, dan/atau lahan yang ada di sekitar rumah/bangunan tempat tinggal/fasilitas publik, serta lingkungan lainnya dengan batas kepemilikan yang jelas.
Tujuan dan sasaran kegiatan P2L ada dua yaitu pertama untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman; yang kedua untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut kegiatan P2L dilakukan melalui pendekatan pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), pemanfaatan sumberdaya lokal (local wisdom), pemberdayaan masyarakat (community engagement), dan berorientasi pemasaran (go to market).
Namun Gus Adhi memberikan sejumlah catatan dalam pengelolaan P2L ini termasuk yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Nadi, Buleleng ini. Menurutnya beberapa hal yang masih menjadi pekerjaaan rumah diantaranya masih lemahnya rasa memiliki dan semangat untuk bekerja keras guna menghasilkan produk di P2L.
Padahal masyarakat sudah difasilitasi tempat berkegiatan di P2L, mereka juga punya waktu. Ini harus diatur dengan manajemen pertanian yang benar.
“Kalau ini salah banyak tempat pembibitan tanaman yang kosong, sedikit membuat benih. Saya takutnya begitu benih habis, masyarakat susah memulai. Jadi jangan sampai ada benih yang habis sehingga tetap jadi rantai bergulir. Kalaupun ada odalan (upacara) jangan sampai meninggalkan pekerjaan, bisa dibuatkan sistem piket sehingga terus ada yang menangani di kebun,” tutur Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI ini.

Ia juga mendorong KWT agar lebih produktif sehingga penjualan hasil panen maupun penjuatan benih tanaman bisa lebih tinggi. Minimal dalam satu siklus (3-4 bulan), KWT bisa mendatangkan pendapatan Rp 15 juta. “Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan, jangan dibuang-buang, jangan sampai tidak bermanfaat,” tegasnya mengingatkan.
Untuk mengatasi berbagai persoalan dan kendala dalam pengelolaan P2L di KWT ini, Gus Adhi mendorong kehadiran PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) lebih intens memberikan pendampingan termasuk mendorong peran tokoh masyarakat setempat. “Kita antisipasi dengan semakin dekatnya penyuluh, suppor penyuluh dan tokoh masyarakat,” pungkas pria yang juga Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali ini.
Luh Sudiastini selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Nadi, mengungkapkan KWT ini beranggotakan 30 orang dan mendapatkan program P2L berkat bantuan Gus Adhi. Pihaknya pun merasa bangga tidak hanya diberikan bantuan oleh Gus Adhi tapi juga diperhatikan, dibina bahkan Gus Adhi turun langsung ikut panen bersama petani.
“Inilah yang kami harapkan, kami diberikan bantuan tapi juga terus dibina dan diberdayakan. Jadi ibu-ibu KWT juga makin semangat,” pungkas Sudiastini. (wid)

