Ulat Bulu Serang Tanaman dan Rumah Warga

 

Balinetizen.com, Jembrana 

Wabah ulat bulu membuat sebagian warga Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana resah. Pasalnya ulat bulu hingga masuk ke rumah warga. Selain itu ulat bulu juga menyerang tanaman khususnya pohon jati.

Di Kabupaten Jembrana wabah ulat bulu hanpir terjadi di semua kecamatan, umumnya yang ada tanaman pohon jati.

Pengamatan Rabu (15/1) , di Desa Batuangung, ulat bulu menyerang tanaman pohon jati di Banjar Anyar dan Banjar Taman desa setempat. Serangan wabah ulat bulu membuat pohon jati menjadi meranggas karena daunnya habis dimakan ulat bulu. Bahkan sejumlah ulat bulu bergelantungan di pohon jati.

Sementara di Banjar Taman Desa Batuagung, ulat bulu menyerang rumah warga. Seperti rumah Dewa Ketut Minata. Menurutnya serangan wabah ulat bulu sudah terjadi sejak enam hari lalu. Awalnya ulat bulu menyerang tanaman jati yang ada di sebelah rumahnya.

“Awalnya di daun jati. Sekarang ulatnya sampai masuk ke dalam. Kami mengatasinya dengan menyemprotkan cairan pembasmi serangga” ujar Dewa, Rabu (15/1).

Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PUPT) pada Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana, Made Kerta mengatakan saat ini memang siklus ulat bulu dan ini terjadi di semua kecamatan di Jembrana.

Namun lanjutnya, serangan ulat bulu tersebut tidak membuat tanaman mati karena hanya memakan daun. “Yang membuat resah karena ulat bulunya masuk ke rumah warga dan warga takut gatal-gatal” ujarnya.

Dalam penanggulangan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengecekan dan mensosialisasikan kepada warga untuk tidak menggunakan pestisida karena berbahaya bagi anak-anak. Karena untuk menjadi steril membutuhkan waktu. “Maunya mematikan ulat bulu, malah berisiko pada anak-anak. Jadi jangan menggunakan pestisida” tandasnya.

Baca Juga :
Kendalikan Kualitas Udara dan Polusi :Pemkot Denpasar Kembali Gelar Uji Emisi Bagi Kendaraan Bermotor

Kerta mengatakan biasanya ulat bulu yang masih di pohon akan habis jika ada predator seperti burung. “Jadi mulai sekarang kami harapkan warga jangan menembak burung. Kalau masuk ke rumah, kumpulkan dulu, terus dibakar” harapnya. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.