Wabup Ipat Dampingi Kelian Dinas Dharma Yatra ke Sejumlah Pura di Banyuwangi

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) bersama istri, dampingi para Kelian Dinas se-Jembrana bayar kaul/nazar dengan melaksanakan Dharma Yatra disejumlah pura yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur, Saniscara Wage Medangsia (2/7). 
Balinetizen.com, Jembrana-
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) bersama istri, dampingi para Kelian Dinas se-Jembrana bayar kaul/nazar dengan melaksanakan Dharma Yatra disejumlah pura yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur, Saniscara Wage Medangsia (2/7).
Dharma Yatra tersebut bertujuan untuk memohon kerahayuan jagat Jembrana serta sebagai wujud rasa syukur Paguyuban Kelian se-Jembrana dengan telah ditetapkannya Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa pada Pasal 12 ayat 1 dan 2 yang intinya menyebutkan perangkat desa yang diangkat secara periodisasi tetap melaksanakan tugasnya sampai usia 60 tahun.
Diikuti oleh 175 Kelian Dinas anggota Paguyuban Kelian se-Jembrana, tidak hanya itu, hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Wakil Ketua DPRD beserta anggota, Asisten I Setda Kabupaten Jembrana, serta para Camat se-Kabupaten Jembrana.
Adapun pura yang disambangi rombongan Dharma Yatra yaitu  Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo Banyuwangi yang terletak yang terletak ditengah tengah areal Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi serta Pura Agung Belambangan, Dusun Kerajan, Tembokrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi.
Wabup Ipat usai persembahyangan mengungkapkan latar belakang serta tujuan dharma yatra paguyuban kelian se-jembrana. “Kita bersama rombongan Ketua DPR Kabupaten Jembrana dan Paguyuban Kelian, hari ini dharma yatra ke Pura Giri Salaka dalam rangka menunaikan janji membayar sesangi, membayar kaul, karena perjuangan untuk melaksanakan tugas sampai usia 60 tahun sesuai Permendagri 67 Tahun 2017 telah tercapai”, ungkapnya.
Ia juga berharap para kelian setelah memperoleh hasil sesuai dengan tujuannya, dapat mengemban tugas dengan baik sebagai seorang perangkat desa. “Semoga dengan kegiatan ini dapat menambah keharmonisan, mempererat rasa kekeluargaan dengan selalu menjalin silaturahmi, sehingga kedepan diharapkan dengan semangat ini, teman-teman dari kelian dinas dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara baik”, harapnya.
Terkait kegiatan Dharma Yatra sendiri, Wabup Ipat mengatakan hal ini merupakan perjalanan spritual untuk meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan meingkatkan wawasan mengenai tempat suci Hindu di luar Bali.
“Astungkara dharma yatra ini sudah berlangsung dengan lancar. Semoga dengan doa kita bersama, Kabupaten Jembrana dan seluruh masyarakat memperoleh kerahayuan khususnya dalam mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat, serta dapat mendedikasikan diri memeberikan  pelayanan dengan tulus dan ihklas sesuai dengan ajaran dharma, agar betul-betul membangun jembrana sesuai hati nurani,”ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Paguyuban Kelian se-Jembrana I Gusti Kade Aryana, pihaknya mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan kegiatan dharma yatra ini untuk mempererat rasa kekeluargaan dan menjalin silaturahmi.
“Terimakasih atas partisipasi Wakil Bupati, Ketua DPRD beserta rombongan, kami sangat berterima kasih, karena janji kami sudah terbayar sesuai dengan cita-cita para kelian, yaitu masa kerja sampai dengan usia 60 tahun, terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan jajarannya”, ungkapnya.
Pewarta : Humas Pemkab Jembrana
Baca Juga :
Wabup Suiasa buka Workshop Nasional ASDEKSI.

Leave a Comment

Your email address will not be published.