SMP Negeri 1 Denpasar Gelar Workshop Kurikulum Merdeka Dan Review Kurikulum 2013

0
519

 

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Dalam Rangka Menyongsong Penerapan Paradigma Baru di SMP Negeri 1 Denpasar Tahun Ajaran 2022/2023″, sudah seyogyanya menjadi kewajiban bagi seorang guru untuk selalu meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Mulai dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial serta kompetensi professional. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru yakni dengan mengikuti workshop/pelatihan.

“Sebanyak 81 sekolah di Kota Denpasar nantinya akan mendapatkan sosialisasi kepada Guru dan tenaga pengajarnya untuk memahami secara komprehensif kurikulum merdeka belajar yaitu suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat,” kata Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Denpasar, A.A. Putu Gede Astara, ST, Senin (24/4/2022).

Menurutnya, para pelajar nantinya dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan potensi bakat dan minatnya

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 DENPASAR, I Gusti Ayu Pulu Tirtawati, S.Pd menyampaikan bahwa sebagai satuan pendidikan, SMP Negeri 1 Denpasar memfasilitasi hal tersebut dengan mengadakan pelatihan/workshop setiap tahun. Selain untuk meningkatkan kompetensi guru, workshop ini juga bertujuan agar guru-guru dapat menyiapkan perangkat pembelajaran untuk dapat digunakan pada tahun ajaran berikutnya. Sehingga apa yang menjadi tagihan baik Akreditasi maupun PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah).

Pada tahun ajaran 2022/2023 sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi No 56/M/2022 satuan pendidikan dapat menerapkan Kurikulum Baru, yakni Kurikulum Merdeka. Menanggapi hal tersebut kami telah melakukan kordinasi dengan berbagai pihak mulai dari waka kurikulum, guru-guru dan pihak lain yang terkait. Melihat potensi dari SMP Negeri 1 Denpasar yang merupakan salah satu satuan pendidikan sarat prestasi, yang selama ini telah menjadi barometer dan rujukan di Denpasar, bahkan Bali.

Baca Juga :  Badung Bersiap Ikuti Penilaian Mandiri Kinerja PTSP dan Kinerja PPB Pemda Tahun 2021

“Kami juga memiliki guru penggerak yang dalam workshop ini kami daulat sebagai ketua panitia. Maka kami memutuskan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023,” terang Ayu.

Dengan menerapkan kurikulum baru ini sama seperti kita memasuki medan perang yang baru. Dimana kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana medan perang kita, maka kami tidak bias menerapkan kurikulum ini secara utuh 100%.

SMP Negeri 1 Denpasar telah mendaftarkan diri untuk menjadi sekolah yang akan berpartisipasi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, dengan spirit mandiri berubah. Yakni Kurikulum Merdeka baru akan diterapkan secara penuh pada kelas 7, sementara kelas 8 dan 9 masih akan menerapkan kurikulum 2013 namun rasa kurikulum merdeka yakni dengan menyisipkan pembelajaran berdiferensiasi dengan profil pelajar pancasila dan memberikan beberapa proyek kepada peserta didik. Untuk dapat menerapkan Kurikulum Merdekan pada tahun ajaran baru perlu adanya workshop untuk dapat meningkatkan kesiapan sekolah kami dalam menyongsong Kurikulum Merdeka tersebut. Agar guru-guru memiliki pemahaman yang sama tentang Kurikulum Merdeka dan siap menerapkannya pada tahun ajaran baru.

“Oleh karena itu, workshop tahun ini setelah kami diskusikan dengan panitia maka kami sepakat untuk mengambil tema Workshop Kurikulum Merdeka Dan Review Kurikulum 2013,” pungkas Ayu.

 

Pewarta : Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here