Balinetizen.com, Jembrana
Volume sampah di Kabupaten Jembrana mengalami peningkatan. Kawasan perkotaan menjadi penyumbang sampah terbesar selain Gilimanuk.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Jembrana, I Dewa Gede Ary Candra, Kamis (12/5/2022).
Ia mengibaratkan permasalahan sampah seperti bahaya laten. Sehingga dalam mengatasinya (sampah) tidak mutlak menjadi domain pemerintah. Namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat.
“Tanpa peran serta masyarakat, kami tidak akan mampu mengatasi permasalahan sampah” ujar Ary Candra didampingi Kasubag Humas dan Protokol Pemkab Jembrana, Putu Wiswa Abhijana.
Peningkatan sampah menurutnya justru terjadi dimasa Covid melandai. Dan saking banyaknya, dalam sehari kendaraan pengangkut sampah harus bolak balik mengangkut sampah untuk dibawa ke TPA Peh.
“Meningkat sekitar 10 ton. Sehari yang biasanya 2 Rit, sekarang bisa 3 Rit. Sebagai penyumbang sampah terbanyak ada di kawasan perkotaan” ungkapnya.
Penyumbang sampah berikutnya adalah kawasan Gilimanuk. Bahkan saat arus mudik Lebaran, sampah dari Gilimanuk yang dibawa menuju TPA Peh meningkat hampir 50 persen. “Paling banyak sampah plastik. Rata-rata sehari biasanya kisaran 2,4 ton sampai 2,6 ton. Ketik arus mudik, naik hampir 50 persen” jelasnya.
Dalam mengatasi sampah sambungnya, ada beberapa program yang sudah dan akan dilaksanakan. Diantaranya melalui kurikulum sampah, kredit plastik dan insentif, selain bekerjasama dengan pihak ketiga.
Kurikulum sampah menurutnya akan menyasar sekolah-sekolah, dimana siswa sejak dini sudah diajak cara membuang sampah yang benar, termasuk cara memilah sampah. Selanjutnya kredit plastik maksudnya, sampah yang memiliki nilai ekonomis dan nantinya kedepan bisa untuk membayar iuran sampah.
“Kedua program ini masih disosialisasikan” imbuhnya.
Dan pemberian insentif adalah memberikan insentif bagi pemilah namun disesuaikan dengan hasil atau banyaknya sampah yang berhasil dipilah. “Ini nanti menggunakan digitalisasi. Kami masih menunggu regulasi. Rencananya bulan Juni, mudah-mudahan” pungkasnya. (Komang Tole)

