Sampah Kiriman Cemari Pantai Bali, Menteri Jumhur Turun Tangan dan Koordinasi Antar Daerah

0
38

 

 

Balinetizen.com, Denpasar 

 

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Muhammad Jumhur Hidayat memastikan pemerintah pusat akan mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan sampah kiriman yang selama ini mencemari sejumlah pantai di Bali.

Komitmen tersebut disampaikan Jumhur usai menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (10/6/2026). Menurutnya, penanganan sampah di Bali tidak hanya berfokus pada sampah yang dihasilkan di dalam daerah, tetapi juga mencakup sampah kiriman yang datang melalui jalur laut dari luar Pulau Dewata.

“Saya juga komitmen memastikan sampah-sampah kiriman dari luar Bali lewat laut akan juga menjadi tanggung jawab KLH,” tegas Jumhur.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup akan segera berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah di luar Bali yang wilayahnya berpotensi menjadi sumber sampah yang terbawa arus laut hingga ke pesisir Bali.

Menurut Jumhur, persoalan sampah kiriman tidak boleh terus terjadi karena dapat merusak lingkungan pesisir sekaligus mengganggu citra pariwisata Bali yang menjadi destinasi unggulan Indonesia.

“Jadi betul-betul sesuatu yang tidak boleh terjadi ke depan lagi,” ujarnya.

Persoalan sampah di pesisir Bali sebelumnya mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada Senin (2/6/2026), Presiden sempat menampilkan foto kondisi pantai Bali yang dipenuhi tumpukan sampah.

Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah harus segera ditangani karena berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan tidak akan tertarik berkunjung apabila pantai-pantai Bali dipenuhi sampah.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang menumpuk di pesisir Bali merupakan sampah kiriman dari daerah lain. Sampah tersebut terbawa arus laut dan biasanya meningkat saat musim angin barat yang berlangsung pada periode Desember hingga Februari.

Baca Juga :  Alih Fungsi Picu Jumlah Subak di Jembrana Menurun

Akibat kondisi tersebut, berbagai pantai di Bali kerap dipenuhi sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga yang terdampar di garis pantai. Pemerintah Provinsi Bali pun terus berupaya melakukan pembersihan secara rutin sembari mendorong penanganan dari hulu melalui kerja sama lintas daerah.

Dengan adanya komitmen dari Kementerian Lingkungan Hidup, diharapkan penanganan sampah kiriman dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga persoalan pencemaran pesisir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan pelaku pariwisata tidak lagi terulang pada masa mendatang.(AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here