Jro Gde Sudibya
Balinetizen.com, Denpasar
Dubai, ibu kota dari UEA (Uni Emirat Arab), negara berbentuk Monarkhi dipimpin Raja, sedangkan Dubai dipimpin pangeran Dubai yang menurut pengamat dinilai cerdas, visioner dan berempati pada rakyatnya.
Pengamat ekonomi Jro Gde Sudibya mengatakan, pengalaman Dubai sebagai Regional Financial Centre, menyebut beberapa:
a.Sebagian besar penduduk lokal dipindahkan dari pusat kota Dubai, dengan kompensasi rumah dengan luas tanah sekitar 3,5 are dan kompensasi lainnya.
b.Mayoritas tenaga kerja di Dubai Finansial Centre merupakan ekspatrite dari banyak negara terutama AS, Eropa, India dan beberapa negara lainnya.
c.Mayoritas tenaga kerja di industri perhotelan yang sangat maju, didominasi oleh ekspatriate dari negara-negara di atas. Pekerjaan operasional datang dari beberapa negara Asia, terbesar dari Filipina. Jika kita duduk di lobi-lobi hotel di Dubai, nyaris tidak ditemukan pekerja lokal.
d.Pekerja di sektor transportasi, termasuk para supir berasal dari:India, Pakistan, Bangladesh. Ada pasar khusus untuk orang India yang sangat ramai, terutama yang berasal dari negara bagian Kerala.
Dikatakan, kalau kita memasuki Dubai Internet City, Pusat Industri IT di Dubai dipenuhi oleh investor luar dari negara yang jago dalam industri IT. Restoran dipenuhi ekspatriate global, kalaupun ada penduduk lokal diperkirakan para pangeran keluarga raja dan kerabat Sultan.
Menurut Jro Gde Sudibya, universitas di Dubai dan dua provinsi lainnya, nyaris menjiplak universitas di AS. Mulai dari arsitektur bangunan, sistem kurikulum dan tenaga pengajar sebagian besar dari AS.
Dikatakan, dari pengalaman berkunjung ke Dubai tahun 2003,sekitar 95 persen saluran TV menyajikan produksi Bollywood.
“Dubai Financial Centre, telah meminggirkan masyarakat lokal, membuat warga nyaris menjadi tamu di tanah leluhurnya,” katanya.
“Bali mesti belajar dari Dubai Financial Centre, tidak “gangsar tindak kuang daya”, kemudian masyarakat lokal terpinggirkan. Mimpi Bali Manjadi Pusat Keuangan Dunia, bentuk baru kolonialisme yang mesti diwaspadai Krama Bali,” tambah Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali, Anggota Badan Pekerja MPR RI Fraksi PDI Perjuangan 1999 – 2004, ekonom, pengamat ekonomi dan kecenderungan masa depan.
Jurnalis Nyoman Sutiawan

