Pansel Capim KPK: 40 Orang Lulus Tes Psikologi

0
424

Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) mengumumkan hasil seleksi dalam konferensi pers di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (5/8). (Foto: VOA/Ghita Intan)

Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) mengumumkan bahwa sebanyak 40 orang lulus tes psikologi, dan enam di antara mereka adalah anggota Polri.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK masa jabatan tahun 2019-2023 Yenti Ganarsih mengatakan dari 104 orang yang mengikuti Uji Kompetensi Capim KPK, hanya 40 orang dinyatakan lulus tes psikologi.

Dalam konferensi pers di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (5/8) Yenti mengatakan berdasarkan latar belakang profesi, yang lulus tes psikologi tersebut paling banyak berasal dari PPolri

“Komposisi peserta yang lulus tes psikologi dapat dirinci sebagai berikut, berdasarkan jenis kelamin laki-laki 36 orang, perempuan empat orang. Berdasarkan latar belakang profesi, akademisi/ dosen tujuh orang, advokat/ konsultan hukum dua orang, jaksa tiga orang, pensiunan jaksa satu orang, hakim satu orang , anggota Polri enam orang, auditor empat orang, Komjak/ kompolnas satu orang, komisioner/Pegawai KPK lima orang, PNS empat orang, Pensiunan PNS satu orang, lain-lain lima orang,” ungkap Yenti.

Sementara itu, , berdasarkan asal provinsi,sebanyak 14 orang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat 11 orang, Banten enam orang, DI Yogyakarta tiga orang, Sumatera satu orang, Jawa Timur tiga orang, Sulawesi satu orang, dan Kalimantan satu orang.

Ditambahkannya , peserta seleksi yang dinyatakan lulus tes psikologi, wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya yaitu profile assessment yang akan diselenggarakan pada Kamis-Jumat ,8-9 Agustus 2019 mulai pukul 07.30 WIB di Gedung Panca Gatra, Lembaga Ketahanan Nasional.

Dalam kesempatan yang sama, anggota pansel capim KPK Diani Sadia Wati mengatakan mulai 23 Juli sampai 23 Agustus 2019 , pihaknya sudah menerima kurang lebih 1.300 masukan yang masuk melalui email, surat dan pesan elektronik berupa whatsapp kepada para anggota pansel.

Baca Juga :  Gubernur Koster Saksikan Peluncuran Website Cakrawasi,Ā WNA Diawasi Secara Terpusat dan Real Time oleh Polda Bali

Namun, Diani mengatakan bahwa mayoritas masukan yang masuk tersebut adalah berupa dukungan kepada para Capim KPK tersebut. Padahal yang diinginkan oleh pihaknya adalah masukan berupa rekam jejak dari capim KPK seperti kinerja dan lain-lainnya. Oleh karena itu, Pansel sangat mengharapkan kepada masyarakat untuk memberikan masukan yang bisa berguna dalam proses pemilihan Capim KPK ini nantinya.

“Tapi yang sangat kami harapkan adalah bagaimana masukan itu kita terima dalam bentuk kinerja atau perilaku yang dirasakan akan memberikan dampak baik secara positif maupun negatif, jika menjadi pimpinan KPK. Yang kedua, kami mohon untuk itu kepada masyarakat karena kita tetap buka sampai dengan 30 Agustus. Kita berharap bahwa masukan ini disertai dukungan bukti yang akurat, sehingga itu akan menjadi bahan bagi pansel dalam nanti melakukan wawancara karena nanti akan kita sangat berharap ini tidak fitnah jadi kami sangat berharap sekali,” jelas Diani.

Menurutnya, masukan dari masyarakat tersebut sangat berguna bagi pansel, apalagi proses pemilihan Ketua KPK ini sudah mulai masuk ke tahap akhir.

Yenti menjelaskan, setelah seleksi tahapĀ profile assessmentĀ tersebut, belum akan mengerucut ke 10 orang, karena masih ada tahapan-tahapan selanjutnya yaitu tahap wawancara dan uji publik, lalu ditambah lagi dengan tes kesehatan.

Berikut 40 Capim KPK yang lulus tes psikologi berdasarkan abjad:

Agus SantosoĀ (Mantan PPATK), Aidir Amin DaudĀ (Pensiunan PNS), Alexander MarwataĀ (Komisioner KPK), Antam NovambarĀ (Anggota Polri), Bambang Sri HerwantoĀ (Karyawan BUMN), Cahyo R.E WibowoĀ (Karyawan BUMN), Chandra Sulistio ReksoprodjoĀ (pegawai KPK), Dede Farhan AulawiĀ (Komisioner Kompolnas),
Dedi HaryadiĀ (Tim Stranas Pencegahan Korupsi KPK), Dharma PongrekunĀ (Anggota Polri), Eddy Hary SusantoĀ (Auditor), Eko YuliantoĀ (Auditor),Firli BahuriĀ (Anggota Polri),
Fontian MunzilĀ (Dosen), Franky AriyadiĀ (Pegawai Bank), Giri SuprapdionoĀ (Pegawai KPK), I Nyoman WaraĀ (Auditor BPK), Jimmy Muhammad Rifai GaniĀ (Penasehat Menteri Desa PDT dan Transmigrasi), Johanis TanakĀ (Jaksa), Joko MusdiantoĀ (PNS BPKP Lampung), JuansihĀ (Anggota Polri), Laode Muhammad SyarifĀ (Komisioner KPK), Lili Pantauli SiregarĀ (Advokat), Luthfi Jayadi KurniawanĀ (Dosen), M Jasman PanjaitanĀ (Pensiunan Jaksa), Marthen NapangĀ (Dosen), Nawawi PomolangoĀ (Hakim)
Nelson AmbariaĀ (PNS BPK), Neneng Euis FatimahĀ (Dosen), Nurul GhufronĀ (Dosen), Roby AryaĀ (PNS Sekretariat Kabinet), Sigit Dagang JoyoĀ (PNS Kementerian Keuangan), Sri handayaniĀ (Anggota Polri), Sugeng PurnomoĀ (Jaksa), SujanarkoĀ (Pegawai KPK), SupardiĀ (Jaksa), Suparman MarzukiĀ (Dosen), Torkis Parlaungan SiregarĀ (Advokat), Wawan Saeful AnwarĀ (Auditor), Zaki SierradĀ (Dosen).Ā [gi/ab] (VOA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here