Balinetizen.com, BadungÂ
Pantai Tanjung Benoa dan Nusa Dua saat ini sedang ditata. Khusus penataan di kawasan Pantai Tanjung Benoa ditargetkan pengisian pasir selesai di akhir Juli 2023, sementara tiga pantai yang menjadi proyek Paket 3A Adaptasi Pantai Nusa Dua – Tanjung Benoa – Sanur itu ditargetkan selesai pada akhir September 2023.
“Kita berharap sih proyek dapat diselesaikan sesuai target. Dimana pengisian pasir ditarget sampai akhir Juli, sedangkan pengerjaan pada sisi darat berlangsung sampai akhir September 2023,” ungkap Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) PJSA BWS Bali Penida, I Wayan Riasa, Sabtu 15 Juli 2023.
Ia menjelaskan, adapun lingkup pekerjaan proyek disana berupa penambahan pasir, pembuatan balai nelayan, pemasangan paving di area parkir bus dan pura prajapati, pembuatan 2 candi bentar, wantilan dan pembuatan jalan setapak (tidak penuh).
Saat ini, katanya semua pasir yang akan dipergunakan untuk menata pesisir yang abrasi telah dikumpulkan pada stock pile. Namun hal itu belum dihampar untuk menata pesisir, karena masih menunggu batu reveatment. Pasir tersebut diambil dari gundukan pasir pantai di Tanjung Benoa dan sisanya dari stock pile Pantai Mertasari.
Sedangkan untuk pembuatan balai nelayan, katanya saat ini sudah dikerjakan 3 unit, dari 6 unit yang diadakan.
“Untuk pemasangan paving, saat ini masih menunggu proses pencetakan. Begitupula terkait kayu Jati yang akan menjadi pilar balai wantilan juga masih didatangkan dari pulau Jawa,” terangnya.
Untuk pengerjaan jalan setapak (walk way), hal itu tidak sepenuhnya dilakukan. Pengerjaan walk way hanya menyentuh pada sisi selatan (sebelah pasifik bahari-red), yang akan nyambung ke Pandawa water sport. Pengadaan walk way rencananya akan dilanjutkan oleh pihak desa adat. Sedangkan untuk pengadaan groin tidak jadi dilaksanakan, namun hal itu dialihkan untuk pengerjaan penataan di area lainnya yang diusulkan desa adat.
“Dari kajian kami, groin itu tidak terlalu dibutuhkan sebenarnya, karena membahayakan daerah lainnya. Itu sudah kami informasikan, sehingga dialokasikan penataan pada titik lainnya yang diusulkan desa adat Tanjung Benoa,” jelasnya.
Sementara itu, untuk penataan di Pantai Selagan Nusa (Nusa Dua) secara kasatmata katanya, sudah selesai dikerjakan. Namun hal itu belum bisa dipastikan progresnya karena masih menunggu hasil pengukuran pihak pelaksana. Untuk pengerjaan jalan setapak yang rusak, hal itu nantinya akan dikerjakan oleh pihak ITDC selaku pengelola kawasan.
“Saat ini kita masih difokuskan di Pantai Tanjung Benoa, setelah itu dilanjutkan ke Pantai Merta Sari untuk pengisian pasir pada bulan Agustus,” ujarnya.
Nantinya ketiga proyek yang masuk dalam Paket 3A Adaptasi Pantai Nusa Dua – Tanjung Benoa – Sanur itu selesai pada akhir September 2023.
Sebelumnya, warga di Pantai Tanjung Benoa yang diwakili oleh Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made ‘Yonda’ Wijaya sempat mengeluhkan cara kerja kontraktor yang menata pantai Tanjung Benoa.
Pihak BWS pun menurut Riasa memaklumi keluhan masyarakat tersebut.
Keluhan tersebut kemudian ditindaklanjuti, selain memberikan peringatan, pihaknya juga telah meminta pihak terkait untuk bekerja memperhatikan dinamika di lapangan.
“Kami meminta maaf atas kondisi tersebut. Kami telah memperingatkan pihak terkait dan bertanggungjawab atas pengerjaan di lapangan. Tentu masukan masyarakat untuk mengevaluasi rekanan akan menjadi pertimbangkan kami kedepannya,” tukasnya.
Pada umumnya, penataan di pesisir Tanjung Benoa, sebenarnya tidak mengalami kendala berarti. Sebab masyarakat sangat mendukung dan pihaknya telah mempertimbangkan dinamika wilayah. Berdasarkan masukan warga dan dinamika wilayah, pengerjaan dimulai dari pukul 3 sore sampai pukul 8 malam.
Ia berharap dukungan dari masyarakat masih tetap terjalin dengan baik, walaupun sempat terjadi keluhan dan kekecewaan di lapangan. (RED-BN)

