
Balinetizen.com, Karangasem-
Kasus pembangunan proyek resort mewah di Bukit Gumang, Bugbug, Karangasem, kini memasuki babak baru. Ribuan Warga Bugbug penolak pembangunan Resort Mewah, Jumat 28 Juli 2023 kembali menggelar Demonstrasi di kantor Bupati Karangasem.
Menurut perwakilan para pendemo, Bupati Karangasem I Gede Dana harus bertanggung jawab atas pembangunan resort mewah yang sudah rampung hampir 60 persen. Mereka juga ingin mendapat ketegasan dari aparat, untuk sementara menutup proyek itu.
Ribuan penolak Resort Mewah di bawah tim 9, menyampaikan aspirasi ke Kantor Bupati Karangasem. Mereka membawa spanduk yakni ajakan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kesucian Pura Bukit Gumang.
Kedatangan mereka, hari ini sebagai tandingan aksi demo kelompok masyarakat yang setuju dengan pembangunan resort mewah di Bukit Gumang. Sebelumnya, tanggal 7 Juli 2023 yang lalu ribuan krama desa adat Bugbug yang setuju terhadap pembangunan resort mewah tersebut juga menggelar demo. Mereka setuju dengan pembangunan resort berbintang di kawasan Bukit Gumang dengan berbagai alasan.
Aksi demo tadi pagi, kota Amlapura dikepung ribuan masa penolak pembangunan resort mewah. Mereka berkumpul di kantor Bupati Karangasem. Mereka mengenakan pakaian adat dan membentangkan spanduk bertulisan menolak pembangunan resort mewah di bukit Gumang. Mereka menyatakan proyek ini telah melanggar kawasan suci Pura Gumang, kawasan lindung, dan melanggar Perda Karangasem.
Salah seorang nggota Tim 9 penolak Pembangunan Resort Newah Bukit Gumang Putu Harta mengatakan, kedatangan warga ke kantor Bupati Karangasem adalah meminta kepada Bupati I Gde Dana untuk menyetop pembangunan Resort mewah tersebut. Selain, itu dia minta ketegasan bupati Dana untuk menangani masalah ini agar tidak berkarut larut. “BUPATI JANGAN DIAM DAN PURA PURA TIDAK TAHU MASALAH DI LAPANGAN, ujarnya.
