Relokasi Pasar, Pendapatan Tukang Suun Menurun

0
203

 

Balinetizen.com, Jembrana

 

Relokasi pedagang Pasar Umum Negara (PUN) ke areal parkir Pemkab Jembrana berdampak pada penghasilan para pedagang dan tukang suun atau buruh harian pasar.

Kebijakan Pemkab Jembrana merevitalisasi pasar terbesar di Jembrana membuat ratusan pedagang harus pindah berjualan. Pemkab Jembrana menyediakan dua lokasi untuk relokasi pedagang, di areal parkir Pemkab Jembrana dan Peken Ijogading.

Pantauan Selasa (29/8/2023), para pedagang sudah mulai berjualan di areal parkir Pemkab Jembrana. Kendati beberapa kios berukuran 2X2,5 meter masih tutup. Beberapa pedagang juga masih sibuk menata dagangannya.

“Masih sepi. Lebih ramai di Peken Ijogading karena dekat,” ujar Ibu Endang, salah seorang pedagang ikan.

Demikian halnya dengan penghasilan jasa tukang suun (buruh harian). Bahkan kurang dari setengah penghasilan di Pasar Umum Negara (PUN).

Komang Danti (51) asal Kelurahan Baler Bale Agung mengaku dalam sehari hanya mendapatkan Rp.15 ribu. Berbeda ketika di PUN bisa mencapai Rp.50 ribu. “Ya masih sepi. Paling banyak Rp.15 ribu,” ujarnya ditemui, Selasa (29/8/2023).

Ia bersama beberapa rekannya mulai bekerja di areal parkir Pemkab Jembrana sejak tiga hari lalu. Mereka datang sekitar pukul 08.00 dan kembali pulang sekitar pukul 17.00.

Kondisi sepi dibenarkan tukang suun lainnya. Mereka biasanya membawa barang yang dijual sejumlah pedagang (bakul) kepada pedagang yang berjualan di areal parkir Pemkab Jembrana. Untuk sekali jalan, tukang suun hanya menerima upah kisaran Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu.

Beda halnya dengan di Pasar Umum Negara. Selain dari bakul dengan menggunakan kendaraan, jasa tukang suun juga dimanfaatkan pembeli dari kalangan ibu rumah tangga dan pedagang senggol. (Komang Tole)

Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Minta Dinas Perkim Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Permukiman Kumuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here