Balinetizen.com, Denpasar-
Sebagai bentuk pertanggungjawaban Moral dan Politik seharusnya Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama menjelaskan ke Publik, mengapa Proyek mantan Gubernur Bali Wayan Koster banyak yang Terancam Mangkrak. Bukan malah sebaliknya, mendorong PJ Gubernur Bali SM Mahendra Jaya melanjutkan proyek- proyek peninggalan Wayan Koster yang mangkrak.
Hal itu dikatakan pengamat politik dan kebijakan publik Jro Gde Sudibya, Kamis 5 Oktober 2023 menanggapi permintaan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama agar Pj Gubernur Bali melanjutkan proyek mangkrak Wayan Koster.
Menurut Jro Gde Sudibya, apa Nggak terbalik nih? Semestinya PJ Gubernur menanyakan ke Ketua DPRD Bali, kenapa menyetujui secara aklamasi usulan proyek Gubernur Koster yang sekarang terancam mangkrak?
“Sebut saja; jalan tol Gilimanuk – Mengwi, PKB Klungkung, Tower Turyapada Sukasada (Buleleng) dan juga kegagalan proyek Besakih karena kios untuk pedagang, sebagian besar kosong tidak ada yang menyewa,” kata Jro Gde Sudibya.
Dikatakan, transparansi anggaran yang disetujui Anggota DPRD Bali di jaman Wayan Koster harus berani dibuka di depan publik melalui media yang berintegritas.
“Tanggung jawab moral dan juga politik tersebit sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas (persyaratan demokrasi yang sehat),” kata Jro Gde Sudibya.
Dikatakan, Ketua DPRD Bali seharusnya menjelaskan ke publik, nalar kebijakan menyetujui proyek mercu suar tersebut dari sisi kebijakan pembangunan yang sehat: tersedianya dana, kemanfaatan ekonomi buat masyarakat, efisiensi dan efektivitas proyek, kalau proyek gagal siapa yang harus menanggungnya?
Menurut Jro Gde Sudibya, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatma semestinya terbuka menjelaskan “bonus” dana hibah Rp.1 M per orang per tahun kepada anggota DPRD Bali?
Dikatakan, jumlah dana yang sangat besar, di tengah warga miskin yang terus bertambah, jika menggunakan tolok ukur Bank Dunia garis kemiskinan pengeluaran 2 dolar AS per hari per orang, angka kemiskinan 40 persen dari penduduk, setara dengan 1.680.000 orang penduduk Bali.
“Semestinya anggota DPRD Bali yang terhormat berbuat terbaik untuk rakyat, tidak kesannya “melempem” melindungi Bali dan masa depannya,” katanya. (Adi Putra)

