Dinas Harap Refocusing Anggaran Vaksinasi Rabies Tak Dilakukan

0
188

Ilustrasi

Balinetizen.com, Jembrana

Kasus penularan rabies di Kabupaten Jembrana masih memperihatinkan. Di tahun 2024, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melalui APBD kembali mengusulkan vaksin rabies sebanyak 22.500 dosis. Tidak hanya itu, juga diusulkan operasional terkait kegiatan vaksinasi.

Kabid (Kepala Bidang) Keswan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa mengatakan, untuk menambah pengadaan vaksin rabies tahun 2024 selain mengusulkan melalui APBD juga dari provinsi maupun pusat.

Penambahan vaksin menurutnya, untuk memaksimalkan vaksinasi di seluruh estimasi populasi anjing di Jembrana. “Memang selama ini vaksinasi rabies didukung dari provinsi dan pusat,” ujarnya, Selasa (24/10/2023).

Ia berharap usulan vaksin rabies melalui APBD Jembrana tahun 2024 tidak dihapus atau direfocusing. Karena mengakibatkan cakupan vaksinasi tidak maksimal sehingga kasus rabies melonjak drastis.

“Mudah-mudahan pengadaan vaksin rabies melalui APBD 2024 tidak direfocusing seperti tahun 2020 dan 2021 untuk penanganan covid-19,” harapnya.

Karena, kata dia, pengadaan vaksin rabies melalui APBD Jembrana tahun 2024 untuk memaksimalkan vaksin rabies pada seluruh estimasi populasi anjing sebanyak 44.076 ekor.

Hingga saat ini, capaian vaksinasi sebanyak 29.369 ekor atau sekitar 66 persen. “Vaksin dari provinsi dan pusat masih ada. Namun untuk tahun depan perlu ada tambahan lagi sehingga bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Secara umum, disebutnya, kasus rabies tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 lalu. Sampai bulan Oktober 2023 jumlah kasus rabies mencapai 64 kasus. Sedangkan tahun 2022 lalu sebanyak 208 kasus. Meskipun demikian kasus rabies tetap menjadi atensi. (Komang Tole)

Baca Juga :  Buka TC Atlet Jembrana Porprov 2022, Bupati Tamba " God Bless You"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here