Gaya Berpolitik Super Kilat Ala Gibran VS Pendekatan Proses Soekarno Muda

0
213
Ilustrasi.(ist)

 

Balinetizen.com, Denpasar-

Pasca “goro-goro” keputusan MK No.90, Gibran melejit pesat menjadi Cawapres Prabowo, melalui “pengkaderan” super kilat pula melalui partai Golkar.

Hal itu dikatakan I Gde Sudibya, aktivis demokrasi, pengamat ekonomi politik, Senin 27 November 2023 menanggapi manuver politik Gibran Rakabuming.

Dikatakan, gaya berpolitik seorang “putra makhkota”. Gaya berpolitik model begini, sudah tentu tidak menjadi idola bagi kalangan muda, muda secara kronologi (usia), muda secara psikologi.

“Muda secara psikologi dengan cirinya hidup adalah proses plus tantangan, kemandirian, harapan dan visi masa depan berbasis pengalaman jatuh bangun dalam perjuangan kehidupan dengan suka dan dukanya. Prilaku instan bukan ciri mereka, menggambarkan kelemahan karakter dan kecengengan yang memalukan,” kata I Gde Sudibya, aktivis demokrasi, pengamat ekonomi politik.

Dikatakam, dari perspektif kesejarahan, kita bisa menyimak perjuangan politik Soekarno muda. Mendirikan PNI tahun 1927 pada saat Soekarno di usia 26 tahun, di negara jajahan yang menekan, dengan polisi rahasia penjajah yang selalu mengawasi.

Menurutnya, pendirian PNI identik dengan keberanian plus kenekatan. Pendirian PNI bukan “ujug-ujug” jadi. Merupakan kulminasi pergulatan pemikiran paling kurang delapan tahun, sebelum pendirian PNI 1927 sejak Soekarno berusia 19 tahun.

Dikatakan, jika disimak pemikiran Soekarno dalam harian Suluh Indonesia tahun 1920. Pergulatan panjang pemikiran, digabungkan dengan gerakan, dalam bahasa sekarang, gerakan penyadaran dan pendidikan politik warganya tentang: hak dan kewajiban sebagai manusia yang bermartabat, arti penting mengangkat harkat dan martabat diri dari lubang hina penjajahan.

Di jiwa Soekarno, katanya, kemiskinan dan ketidakadilan sosial yang harus dilawan, karena merupakan sumber dari perbudakan terhadap jiwa dari manusia-manusia terjajah.

“Singkat kata, dalam sejarah politik Soekarno muda, sarat dengan: kekuatan dari proses, kecerdasan cum keberanian, kemandirian cum keberanian mengambil risiko terhadap keputusan yang diambil. Karakter berpolitik yang “jauh panggang dari api” dibandingkan dengan manuver politik super kilat Gibran sang “putra makhkota” kata I Gde Sudibya, aktivis demokrasi, pengamat ekonomi politik. (Adi Putra)

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tiba di Busan Disambut Duta Besar RI Umar Hadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here