Sejumlah ormas Islam di Bali mendesak polisi menindak Arya Wedakarna, baik konsekuensi hukum maupun pencopotannya dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Bali.
Balinetizen.com, Denpasar
Sejumlah ormas Islam di Bali mendesak polisi menindak Arya Wedakarna, baik konsekuensi hukum maupun pencopotannya dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Bali.
Pernyataan itu disampaikan Agus Samijaya, Ketua Bidang Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, usai pertemuan dengan berbagai organisasi pada 3 Januari 2024.
Dalam skala nasional, komunitas Muslim di Indonesia menuntut tanggapan serius terhadap isu ini, dengan menekankan bahwa Arya Wedakarna memiliki sejarah yang menyinggung sentimen Islam.
Dia menyebutkan kasus tersebut sudah dilaporkan di NTB dan Jawa karena masalahnya meluas ke luar Bali.
Selain itu, mereka berencana melaporkan kasus tersebut ke Dewan Kehormatan (BK) DPD RI, dan mendesak pencopotan Arya Wedakarna sebagai wakil Bali.
“Ada dua keputusan, pertama melaporkan Arya Wedakarna ke BK DPD RI terkait pencopotan, dan kedua mengajukan laporan pidana, namun kami masih bingung mau mengajukannya ke mana bisa di Polda Bali bisa juga di Mabes Polri,” ungkap Agus Samijaya, Rabu 3 Januari 2024.
“Kami telah memeriksa secara menyeluruh pernyataan, rekam jejak, dan perilakunya, menyoroti kecenderungan rasis dan Islamofobia yang melanggar keyakinan komunitas Muslim,” tambahnya.
Sebelumnya, Husnul Fahmi, Pimpinan Muhammadiyah Bali, juga sempat mengutarakan niat serupa untuk melaporkan Arya Wedakarna ke polisi dan mengadvokasi pencopotannya dari jabatan DPD RI.
Arya Wedakarna, kelahiran 23 Agustus 1980, menjabat sebagai Anggota DPD Bali pada 2014 hingga 2019 dengan perolehan 178.934 suara.
Keterlibatannya di masa lalu di dunia modeling dan trio vokal FBI bersama Indra Bekti dan Roy Jordy kini pasca menjadi wakil rakyat dibayangi oleh tindakan kontroversial.
Salah satunya yang mencederai umat muslim adalah kasus persekusi/penganiayaan terhadap Ustaz Abdul Somad di Bali.
Tidak hanya itu, penyerangan fisik terhadap asistennya karena insiden kecil juga menjadi sorotan dan masih banyak lagi kasus kontroversial yang dilakukan oleh pria yang mengaku sebagai keturunan dari Raja Majapahit ini. (Tri Prasetiyo)

