Tantangan Pers Sebagai Kekuatan ke Empat Demokrasi

0
275

Ilustrasi

Balinetizen.com, Jakarta

Dalam memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (3/5/2025), dalam kondisi demokrasi mengalami kemerosotan, indeks demokrasi menurun, indeks persepsi korupsi menaik, Pers sebagai kekuatan ke empat demokrasi menjadi semakin strategis dan penting.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, pengamat kebudayaan dan kecenderungan masa depan, Selasa 6 Mei 2025 menanggapi perkembangan Pers di Indonesia.

Dikatakan, di tengah kinerja: eksekutif, legislatif, yudikatif yang “memble”, peran Pers semestinya lebih memberikan kontribusi bermakna untuk menjaga dan merawat demokrasi.

Menurutnya, meminjam ungkapan terkenal wartawan senior, sastrawan dan budayawan Mochtar Lubis, Pers berperan sebagai anjing penjaga -watch dog- dari kekuasaan yang punya kecenderungan salah guna, korupsi.
Tantangan Pers Sebagai Kekuatan ke Empat Demokrasi.

Untuk saat ini, lanjut Jro Gde Sudibya, pers begitu mudah terkooptasi kekuasaan, sebatas perpanjangan humas kekuasaan, bahkan memberikan justifikasi terhadap kekuasaan, yang melekat “bintik-bintik hitam”, dark numbers dari kekuasaan.

Dikatakan, mempertahankan nilai jurnalisme: independen, netral objektif, pro kepentingan publik, tidaklah mudah di tengah disrupsi perubahan, yang punya potensi mengancam eksistensi media itu sendiri.

“Media, layaknya, mengarungi dua karang, kebebasan di satu pihak, Keberlanjutan eksistensi di pihak lainnya. Media dihadapkan ke batu ujiannya yang paling berat, idealisme mengabdi kepentingan publik, atau sekadar pragmatisme sempit hitung-hitungan ekonomi,” kata Jro Gde Sudibya.

Menurutnya, secara filosofis, sejarah mengetuk pintu dunia Pers untuk mempertahankan independensinya, menjadi corong kepentingan publik, di tengah fenomena umum politik sekadar mesin industri kekuasaan untuk dipertahankan terus menerus, dengan melanggar etika, moral dan juga rekayasa hukum. Fenomena pemerintahan otoriter yang dilegalkan, legalised authoritarian.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Festival Lelakut Digelar Dukung Kearifan Lokal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here