HLM TP2DD dan TPID 2026, Pemkot Denpasar Genjot QRIS hingga Jaga Stabilitas Harga Pangan

0
43

Balinetizen.com, Denpasar

 

Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat transformasi digital sekaligus menjaga stabilitas harga melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar Tahun 2026 yang digelar di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang bersinergi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi lintas instansi guna mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sekaligus mengendalikan inflasi secara berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali Simon Melkisedek, Kepala BPS Kota Denpasar I Made Juli Ardana, Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adi Merta, Direktur Teknologi dan Informasi BPD Bali, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah harus ditopang dengan stabilitas harga, daya beli masyarakat yang terjaga, serta percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik.

Menurutnya, Pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian serius terhadap pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga pasokan pangan, memantau perkembangan harga, dan memperkuat sinergi bersama Bank Indonesia, Bulog, BPS, OJK, perbankan, serta seluruh perangkat daerah.

Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah juga diarahkan untuk memperluas penggunaan transaksi non-tunai, meningkatkan integrasi layanan digital, serta memperkuat literasi digital di tengah masyarakat.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan menyampaikan bahwa Denpasar memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pariwisata, dan perekonomian di Bali sehingga membutuhkan pengendalian inflasi yang kuat.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace Apresiasi Terobosan STIKOM Bali

Ia mengungkapkan, inflasi Kota Denpasar pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,19 persen (year on year) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Namun sejumlah komoditas strategis seperti beras, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam, daging babi, bawang merah, hingga komoditas hortikultura tetap perlu mendapat perhatian.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia terus mendorong implementasi strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Langkah tersebut dilakukan melalui pasar murah, penguatan peran Perumda, distribusi beras SPHP bersama Bulog, Kerja Sama Antar Daerah (KAD), penguatan data harga dan stok pangan, serta komunikasi publik menjelang Hari Raya Kuningan dan libur sekolah.

Di sisi lain, Ronald juga mengapresiasi capaian digitalisasi transaksi daerah Kota Denpasar. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) meningkat dari 91,9 persen menjadi 94 persen pada Semester II Tahun 2025. Bahkan, peringkat Championship TP2DD Denpasar naik dari posisi 19 menjadi peringkat 10 se-Jawa dan Bali.

Ke depan, Bank Indonesia mendorong perluasan kanal pembayaran digital melalui QRIS, virtual account, EDC, e-commerce, hingga optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi transaksi pemerintah daerah.

Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adi Merta menambahkan bahwa digitalisasi pembayaran pajak daerah pada tahun 2026 telah mencapai 95 persen.

Capaian tersebut didukung berbagai inovasi seperti Pagi Bersinar, KLADI 5B, SIPARQI, dan SIPERDI yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, memperluas transaksi non-tunai, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali Simon Melkisedek memastikan stok pangan di Bali dalam kondisi aman. Per 23 Juni 2026, Bulog memiliki cadangan beras pemerintah dengan ketahanan sekitar 10 bulan, disertai stok gula pasir, minyak goreng, dan jagung yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
Bulog juga terus memperkuat penyerapan gabah petani, penyaluran bantuan pangan, distribusi Minyakita, serta beras SPHP untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.

Baca Juga :  Gugat Holiday Inn Baruna Kuta, Robin Kelly Gunakan Pasal 1365 KUHP

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,50 persen secara bulanan, 1,56 persen secara tahun kalender, dan 3,19 persen secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi, terutama cabai rawit, beras, daging ayam ras, emas perhiasan, dan biaya pendidikan SMA.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Denpasar juga meluncurkan Klaster Ekonomi Digital Terintegrasi Kawasan Panjer, Sesetan, dan Sidakarya (Kedai Pasar) sebagai upaya mengoptimalkan digitalisasi ekonomi sekaligus meningkatkan penerimaan pajak daerah.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada pengguna terbaik Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) serta puskesmas dengan capaian transaksi QRIS Dinamis terbanyak sebagai bentuk apresiasi terhadap implementasi digitalisasi layanan publik.

Melalui HLM TP2DD dan TPID Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas inflasi, memperluas digitalisasi transaksi daerah, serta mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here