Karantina Bali Siaga Iduladha: 40 Ribu Ekor Sapi Sudah Diperiksa

0
201

Balinetizen.com, Denpasar

Menjelang perayaan Iduladha 1446 Hijriah, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali (Karantina Bali) meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban, khususnya sapi potong. Peningkatan ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan pengiriman hewan dan menjamin hewan kurban yang dikirim melalui Bali dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Kami memastikan setiap ekor sapi yang dilalulintaskan telah memenuhi standar kesehatan dan kelayakan. Ini adalah bentuk komitmen Karantina dalam menjaga kesehatan dan keamanan pangan nasional,” ungkap Kepala Karantina Bali, Heri Yuwono, Selasa (27/5).

Fenomena meningkatnya lalu lintas hewan menjelang Iduladha merupakan rutinitas tahunan. Seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap hewan kurban, Karantina Bali mencatat sejak Januari hingga 27 Mei 2025 sebanyak 40.995 ekor sapi potong telah dilalulintaskan melalui 1.443 kali pengiriman. Seluruhnya menjalani prosedur pemeriksaan ketat sesuai standar karantina.

Prosedur tersebut meliputi verifikasi dokumen dan evaluasi kondisi kesehatan ternak untuk memastikan hewan bebas dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Pemeriksaan dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari Dokter Hewan Karantina dan Paramedik Karantina Hewan, tersebar di tiga titik utama pengawasan: Pelabuhan Gilimanuk, Celukan Bawang, dan Benoa.

Dengan sistem pengawasan yang optimal, Karantina Bali terus memainkan peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi hewan kurban secara nasional. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat demi memastikan lalu lintas hewan berjalan aman hingga puncak perayaan Iduladha.

“Iduladha adalah momentum penting bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat dan aman. Upaya ini adalah bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas,” tegas Heri.

Sebagai salah satu daerah pemasok utama sapi potong di wilayah timur Indonesia, Bali memiliki peran signifikan dalam mendukung pasokan hewan kurban nasional. Maka dari itu, pengawasan karantina yang optimal menjadi kunciuntuk mencegah penularan penyakit hewan antarwilayah.

Baca Juga :  BPNT Cair, 15.661 KK di Jembrana Dapat Sembako Kemensos

Badan Karantina Indonesia (Barantin) pun terus mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar mematuhi regulasi karantina. Setiap pengiriman hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya wajib dilaporkan. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan keamanan hayati Indonesia dapat terjaga secara berkelanjutan.

 

(jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here