10% PHR Badung Dialihkan untuk Bangun Infrastruktur Bali

0
163

 

Underpass bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung (foto : Wids Modestys)

Balinetizen.com, Denpasar

 

 

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan aksesibilitas infrastruktur antar kabupaten/kota di Bali. Hal ini dinilai penting untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi, khususnya di wilayah strategis seperti Denpasar dan Badung, yang sering mengalami kepadatan lalu lintas dan mengganggu kenyamanan baik wisatawan maupun warga lokal.

“Kami mulai bergerak untuk meningkatkan akses infrastruktur antar kabupaten/kota. Kawasan Denpasar dan Badung misalnya, sering mengalami kemacetan luar biasa sehingga orang-orang harus menghabiskan waktu lama di jalan,” ujar Koster, saat memberikan sambutan di acara Bali Jagadhita 2025 di Denpasar, Senin 2 Juni 2025.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Bali kini menerapkan konsep pembangunan terpadu bertajuk “Satu Pulau, Satu Tata Pola”, yang melibatkan kolaborasi lintas daerah.

Salah satu bentuk konkret kolaborasi ini adalah pembagian kontribusi pajak hotel dan restoran (PHR) dari Kabupaten Badung. Sebagian, yakni sebesar 10%, akan dikontribusikan untuk pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Bali.

“Pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada satu wilayah saja. Maka dari itu, kami membagi kontribusi PHR agar pembangunan bisa merata dan berkeadilan,” jelasnya.

Koster juga mengungkapkan bahwa sejumlah proyek strategis akan segera dilaksanakan, termasuk pembangunan underpass di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, serta jalan lintas antar kabupaten yang akan dikerjakan bersama-sama oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Pendanaan proyek-proyek ini akan bersumber dari APBD provinsi dan kabupaten/kota.

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi tanpa dukungan infrastruktur yang kuat. Maka ini harus menjadi program strategis daerah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta kelestarian lingkungan. Koster menyatakan bahwa Bali tidak boleh kehilangan jati dirinya dalam upaya membangun ekonomi modern.

Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Hadiri Buka Puasa di Musholla Thoriqussalam Sanur

“Pembangunan harus tetap menjaga budaya dan kelestarian ekosistem alam. Marilah kita menjiwai kembali filosofi luhur kita, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, manusianya, dan kebudayaannya,” pungkasnya.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here