Putu Mertayasa Asal Desa Anturan, Buleleng Turut Menjadi Korban Tenggelamnya KM Tunu Pratama Jaya

0
286

 

Balinetizen.com, Buleleng

Sungguh malang nasib yang dialami Putu Mertayasa, (43) yang bertempat tinggal di Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Ia menjadi korban kecelakaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya rute pelabuhan laut Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur menuju pelabuhan laut Gilimanuk, Bali. Yang mana jenazahnya di temukan pada Rabu (9/7/2025) oleh tim gabungan di perairan Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana,

Jenazah mendiang Putu Mertayasa, kini disemayamkan di rumah duka yang terletak di Jalan Pulau Serangan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Dan menurut rencana upacara kremasi akan diselenggarakan pada Minggu (13/7/2025) mendatang.

Putu Mertayasa asal Desa Sangsit ini berputra 4 orang dari seorang istri bernama Kadek Sudiartini (38) asal Desa Anturan ini, di kesehariannya bekerja sebagai sopir truk tronton lintas Pulau Jawa dan Bali untuk mengangkut berbagai material bangunan.

Mendiang Putu Mertayasa meninggal istri dan 4 orang anak, diantaranya anak ke 1 yakni Luh Eka Sintiyawati yang saat ini sedang menjalani kuliah, anak ke 2, Kadek Teguh Adi Pratama masih duduk dibangku SMA, anak ke 3, Komang Agus Prandika bersekolah di SD 1 Anturan Kelas 4, dan anak ke 4 yakni Putu Dika oka Permana masih balita berusia 1,5 tahun.

Sekilas kronologisnya, berawal pada
Senin (30/6/2025), mendiang Putu Mertayasa pamitan kepada istri dan anak-anaknya untuk berangkat bekerja. Yang mana pada hari itu, dia mendapat tugas mengambil material di Surabaya dan membawanya ke Tabanan. Seperti biasanya dia berangkat dari tempat tinggalnya di Desa Anturan, menuju Tabanan untuk mengambil truk tronton yang akan dikemudikannya.

Informasi yang diterima banyak firasat yang dialaminya, namun karena tuntutan hidup hal tersebut dianggap biasa saja, lalu pergi ke Tabanan. Sesampainya di Tabanan, mendiang Mertayasa hendak berangkat ke Surabaya, namun ternyata accu kendaraannya meledak. Kendati demikian, mendiang Mertayasa bersikukuh berangkat, dan akan mengganti accu di Surabaya. Sepulang dari Surabaya pada Rabu (2/7/2025), mendiang Mertayasa biasanya memberikan kabar kepada keluarga dirumah, namun hingga Pukul 23.30 Wita pihak keluarganya menerima kabar bahwa ada kapal tenggelam. Ternyata mendiang Mertayasa merupakan salah satu penumpang kapal motor tersebut. Hingga akhirnya berita duka diterima oleh istri dan anak-anaknya pada Rabu (9/7/2025). GS

Baca Juga :  Publik Menunggu Perpu Perampasan Aset dari Presiden, untuk Penyelamatan Keuangan Negara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here