Diduga Dijual Oknum Imigrasi, Data Pribadi WNA Rusia Bocor: Berujung Pemerasan Miliaran Rupiah di Bali

0
306

 

Balinetizen.com, Badung

Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial RSM (42) mengaku menjadi korban pengeroyokan dan pemerasan brutal di kediamannya yang berlokasi di kawasan Jimbaran, Badung, Bali, pada Rabu malam, 9 Juli 2025 sekitar pukul 23.00 WITA.

Dalam laporan pengaduannya, RSM menyebut dugaan keterlibatan dua pria bertopeng asal Ukraina dan dua orang yang mengenakan seragam Imigrasi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari korban.

“Petugas sudah memberikan arahan kepada pelapor untuk melengkapi bukti pendukung berupa saksi, hasil visum atau bukti berobat, serta dokumentasi luka fisik. Namun hingga kini, laporan tersebut masih berupa pengaduan, belum menjadi laporan polisi (LP),” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/7/2025).

Informasi di lapanganßßßßs, RSM yang mengaku sebagai investor legal dan taat pajak di Bali, menyampaikan kepada aparat bahwa dirinya menjadi korban pemerasan oleh para pelaku yang disebut menggunakan seragam Imigrasi. RSM mengklaim data pribadinya telah bocor dan dijual oleh oknum tertentu kepada pihak asing.

“Imigrasi Bali menjual data saya ke bandit asal Ukraina. Mereka tahu alamat saya dan datang ke rumah,” ujar RSM dalam pengakuannya kepada polisi.

Pada malam kejadian, korban menyebut bahwa empat orang – dua di antaranya mengenakan seragam Imigrasi dan dua lainnya memakai topeng, mereka katanya mendobrak masuk ke rumahnya. RSM mengaku dirinya dianiaya secara brutal dan dipaksa menyerahkan uang sebesar 150 ribu dolar AS, atau setara Rp2,4 miliar lebih. Karena menolak, ia dikeroyok hingga tidak berdaya dan ditinggalkan dalam kondisi luka parah.

Kasus ini mencuat di tengah meningkatnya kekhawatiran para ekspatriat dan investor asing di Bali terhadap isu keamanan pribadi dan potensi kebocoran data pribadi oleh oknum aparat. RSM pun telah mengajukan permohonan perlindungan kepada aparat keamanan Indonesia serta meminta penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum petugas dan warga asing dalam kasus kriminal ini.

Baca Juga :  Atasi Kelangkaan Darah, Gianyar Lakukan Sistem Jemput Bola ke Desa-Desa

“Saya mohon kepada Kepolisian Bali untuk menangkap para bandit dari Ukraina ini dan siapa pun oknum yang terlibat. Saya takut. Tolong bantu saya,” pinta RSM saat membuat pengaduan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Imigrasi Bali terkait dugaan keterlibatan oknum dalam kasus ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Divisi Keimigrasian Ditjen Kanwil Imigrasi Bali, Saroha Manulang, hanya menyampaikan pernyataan singkat,

“Akan kami cek ke anggota ya,” ujarnya, dihubungi Selasa (15/7/2025).

Jika dugaan tersebut terbukti, kasus ini dikhawatirkan dapat merusak citra pariwisata Bali serta mengganggu iklim investasi, terutama dari kalangan warga negara asing yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Pulau Dewata.(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here