Telkom ‘Gandeng’ AI dan ESG, UMKM Bali Siap Go Global!

0
251

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menggelar pelatihan dan workshop bertajuk, “Smart Marketing Revolution: From Traditional to Digital” di Bendega Denpasar, 18 Juli 2025.

Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WITA ini diikuti oleh 22 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Tabanan. Seluruh peserta merupakan UMKM binaan Rumah BUMN Telkom, dengan beragam jenis usaha. Mulai dari kerajinan, kuliner, hingga dupa.

SVP Group Sustainability & Corcom PT Telkom Tbk, Ahmad Reza, dalam workshop ini menegaskan komitmen Telkom untuck mendukung pertumbuhan ekonomi. Khususnya sektor UMKM di Bali yang dinilainya memiliki potensi besar.

“Tantangannya adalah go digital dan go online,” ujar Reza, menjelaskan tujuan utama pelatihan ini untuk membantu UMKM naik kelas dan memperluas jangkauan pasar di Denpasar (18/7/2025).

Reza menambahkan bahwa Telkom memiliki banyak program untuk membantu UMKM, salah satunya melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ia menekankan pentingnya ESG sebagai aspek utama dalam lokakarya ini, terutama mengingat Bali sebagai destinasi wisata global yang membutuhkan bisnis berdaya saing internasional.
“Poin yang penting kualitas, dan keramahan terhadap lingkungan,” tambahnya, menekankan perlunya bisnis yang tidak hanya berkualitas tetapi juga ramah lingkungan untuk bersaing di pasar global.

SO Corporate Branding and Activation PT Telkom Tbk, Ary Pahleivi menjelaskan perbedaan mendasar antara marketing dan sales. Menurutnya, marketing adalah konsep yang lebih luas, mencakup ide-ide kreatif untuk menciptakan nilai sebuah usaha, yang kemudian akan diikuti oleh sales atau penjualan. “Kata kuncinya itu value yang dijual,” tegasnya.

Pahleivi juga menyoroti urgensi digitalisasi bagi UMKM. Dengan populasi 221 juta penduduk Indonesia terkoneksi internet dan transaksi e-commerce mencapai Rp1.101 triliun (meningkat 40% setiap tahun), peluang pasar digital sangatlah besar. Sayangnya, baru sekitar 20,24 juta atau 30% UMKM di Indonesia yang telah terdigitalisasi, menandakan potensi besar untuk perkembangan lebih lanjut.

Baca Juga :  Pemkab Tabanan Berkomitmen Tingkatkan Ketahanan Pangan

Memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk UMKM Sabri Rasyid, AVP Eksternal Communication PT Telkom Tbk, memperkenalkan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai “teman” memajukan bisnis bagi para pelaku UMKM. Ia menekankan bahwa AI, yang sebagian besar dapat diakses secara gratis, bisa menjadi alat ampuh untuk strategi pemasaran dan promosi demi meningkatkan penjualan.

Sabri mendemonstrasikan berbagai cara memanfaatkan AI, antara lain untuk: Membuat caption atau ide konten yang menarik, merancang iklan promosi produk yang ramah di media sosial., meningkatkan image usaha melalui ulasan Googl, jangan takut dengan AI, tapi manfaatkan ini selama masih gratis,” pesan Sabri, seraya berharap UMKM dapat lebih produktif, naik kelas, bahkan menjadi eksportir.

Sabri menambahkan bahwa Telkom akan terus mengadakan pelatihan serupa bagi UMKM di Bali. Setelah Bangli dan Tabanan, Telkom imbuh Sabri berencana menyasar daerah lainnya di Bali guna mendorong pelaku UMKM untuk tidak gagap teknologi dan memanfaatkan potensi digital sepenuhnya saat ini dan kedepan. (BN/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here