Balinetizen.com, Denpasar
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2025, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar menggelar kampanye konservasi bertema “Roots of The Future Biodiversity: 1.000 Mangroves 1.000 Stories”. Kegiatan ini diwujudkan melalui penanaman 1.000 bibit mangrove di Mangrove Arboretum Park, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Sabtu (26/7).
Program ini bukan hanya sekadar aksi seremonial, tetapi memiliki makna mendalam. Tema “1.000 Mangroves 1.000 Stories” menggambarkan 1000 akar sebagai simbol 1000 harapan untuk generasi mendatang. Dengan menanam mangrove hari ini, diharapkan akan tercipta ekosistem yang lebih baik, menjaga biodiversitas, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kehidupan.
Menurut Kepala BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono, aksi kali ini menanam 6.000 bibit mangrove yang terdiri dari jenis Rhizopora mucronata, Rhizopora apiculata, dan Avicenia. Bibit tersebut akan dirawat hingga tumbuh menjadi pohon yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

“Bibit-bibit yang ditanam akan dipelihara oleh BPDAS Unda Anyar bersama sahabat Mangrove Ranger, agar benar-benar tumbuh dan bermanfaat bagi bumi,” jelas Tri Adi.
Kegiatan ini melibatkan 750 peserta dari berbagai kalangan, seperti OPD Pemprov Bali, Pemkot Denpasar, UPT Kementerian LHK, BUMN/BUMD, pemerhati lingkungan, kelompok masyarakat, LSM, hingga pelajar. Ini menjadi bukti collective action untuk konservasi lingkungan hidup di Bali.
Kampanye konservasi ini selaras dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2025 yang bertema “Membangun Sinergi Antar Generasi untuk Masa Depan (Youth for Conservation Beyond Expectations)”.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa menanam mangrove berarti menanam harapan.
“Melalui peringatan HKAN, kami ingin menanamkan kesadaran konservasi pada generasi muda agar peduli lingkungan dan mencintai bumi. Menanam mangrove adalah implementasi dari nilai Tri Hita Karana, menjaga harmoni antara manusia dan alam,” ujarnya, Jumat (26/7/2025).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, I Made Rentin, yang menyatakan dukungannya.
“Penanaman mangrove ini merupakan langkah nyata untuk melestarikan alam dan melawan dampak perubahan iklim,” ungkapnya.(rls)

