Balinetizen.com, Bangkok
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra-putri Bali di kancah internasional. Sebanyak 21 siswa SMP Negeri 1 Denpasar (Spensa) yang tergabung dalam tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) sukses memborong medali pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPIITEX) 2026 di Bangkok, Thailand.
​Dalam kompetisi yang merupakan bagian dari Thailand Inventors Day tersebut, tim Spensa Denpasar berhasil membawa pulang 2 Medali Emas, 2 Medali Perunggu, dan 1 Special Award. Menariknya, SMPN 1 Denpasar merupakan satu-satunya perwakilan jenjang SMP dari Indonesia yang berlaga di ajang bergengsi ini.
​
​Pencapaian tertinggi diraih oleh tim Astro Valley ID yang memenangkan Medali Emas sekaligus Special Award dari World International Intellectual Property Association (WIIPA) Taiwan. Mereka menciptakan prototipe robot penjelajah untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan di wilayah yang belum tereksplorasi.
​Tak kalah cemerlang, tim kedua meraih Medali Emas melalui inovasi PIBET-SMILE, yakni permen gummy berbahan daun sirih untuk mencegah karies gigi. Produk ini merupakan modernisasi dari kearifan lokal masyarakat Bali (menginang) yang diubah menjadi produk kesehatan kekinian.
​
​Kepala SMPN 1 Denpasar, Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para siswa. Beliau menekankan bahwa keberangkatan empat tim tahun ini—jumlah terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya—berhasil berkat sinergi yang kuat.
​
“Ini adalah hasil kerja sama solid antara sekolah, orang tua siswa, dan Komite. Pembiayaan dilakukan secara gotong royong,” ujar Raiyani, Senin (12/1).
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemkot Denpasar, DPD RI Perwakilan Bali, serta TP PKK Provinsi Bali yang turut membantu pendanaan.
​
​Berikut adalah rincian inovasi dan nama-nama siswa berprestasi:
Gold Medal + Special Award
Astro Valley ID (Robot Penjelajah)
Agastya Putra, Sheo Rusdinata, Gung Wah, Bhadrika Adyas, Ananta Wijaya, Winanta Daneswara.
Gold Medal
PIBET-SMILE (Gummy Daun Sirih)
Purwita Duaty, Satrya Dharma, Nida Savitri, Nayara Pradnyandari, Natania Hasianna.
Bronze Medal
Flotea (Teh Herbal Rambusa untuk Insomnia)
Mirahdhivya, Wikania Putri, Juno Pangestu, Ramantha Gilang, Dita Pradnyana.
Bronze Medal
Aloebetel (Deodoran Alami Lidah Buaya & Sirih)
Perjuangan para siswa tidaklah mudah. Putu Arya Agastya (Agas), perwakilan tim robotik, menceritakan bahwa mereka harus menjalani bimbingan intensif, simulasi tanya jawab dalam bahasa Inggris, bahkan tetap melakukan bimbingan daring saat sudah berada di Thailand.
​”Semua perjuangan melelahkan itu terbayar lunas. Kami mendapat pengalaman berharga bisa presentasi di depan juri internasional dan berinteraksi dengan inovator dari negara lain,” pungkasnya.(rls)

