Proyek LNG Sidakarya Bali Mulai ‘Naik Level’: Masuk RUPTL PLN dan Berproses Tahun Ini

0
276

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Sidakarya dipastikan mulai bergerak tahun ini.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa proyek strategis tersebut sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, sehingga proses perencanaan dan perizinan disebut tidak lagi menjadi hambatan utama.

“Jadi sudah masuk program PLN terkait rencana usaha pembangkit tenaga listrik (RUPTL). Mulai tahun ini berproses,” kata Koster di Denpasar, Rabu (14/1/2026).

Menurut Koster, posisi Bali saat ini menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan PLN dalam regulasi pengembangan pembangkit tenaga listrik. Karena itu, ia menegaskan proyek LNG Sidakarya tidak lagi terganjal soal legalitas program.

“RUPTL nya itu Bali memang sudah diprioritaskan, jadi tidak masalah lagi, sudah masuk regulasi PLN,” jelasnya.

Masuknya proyek LNG Sidakarya dalam RUPTL PLN sekaligus menjadi sinyal bahwa proyek ini resmi berada dalam jalur perencanaan ketenagalistrikan nasional, bukan sekadar wacana.

Seperti diketahui, proyek LNG Sidakarya sebelumnya mengundang pro dan kontra di masyarakat. Sejumlah warga dan kelompok pemerhati lingkungan menilai pembangunan terminal LNG berpotensi menimbulkan dampak ekologis, sosial, hingga ekonomi bagi kawasan sekitar.
Namun Koster menegaskan lokasi pembangunan terminal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berada di laut dan berjarak sekitar 3,5 kilometer dari garis pantai.

“Sekarang akan dibangun di laut jarak dari darat 3,5 kilo, jadi aman,” imbuhnya.

Ia memastikan aktivitas warga tidak akan terganggu karena jaraknya dinilai cukup jauh dari kawasan permukiman dan ruang aktivitas masyarakat pesisir.

Pembangunan LNG Sidakarya selama ini disebut sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat pasokan energi di Bali, khususnya untuk mendukung kebutuhan listrik di tengah pertumbuhan sektor pariwisata dan peningkatan konsumsi energi.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Kembali Gelar  Lomba Tari Barong Ket dan Mekendang Tunggal Remaja

Meski demikian, isu dampak lingkungan tetap menjadi sorotan publik. Ke depan, proses lanjutan proyek ini diperkirakan akan memantik diskusi lebih luas, terutama soal transparansi kajian rakat sekitar.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here