
Balinetizen.com, Sanur-
Beach Cleaning Company (BCC) menunjukkan dukungannya terhadap Magic Shootout 2026, kompetisi selancar yang digelar Sanur Middle Coast, melalui aksi bersih pantai di Pantai Segara, Sanur, Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA ini melibatkan tim BCC, panitia Magic Shootout 2026, komunitas selancar, penggiat lingkungan, serta rekan media. Pantai Segara dipilih karena menjadi salah satu lokasi utama penyelenggaraan kompetisi selancar tersebut. Aksi ini menjadi wujud kolaborasi antara olahraga laut dan kepedulian lingkungan, sekaligus menegaskan bahwa aktivitas pariwisata dan tanggung jawab menjaga alam harus berjalan beriringan.
Founder Beach Cleaning Company, Dimitri Duca, mengatakan kegiatan bersih pantai ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BCC dalam menjaga pesisir Bali, bukan sekadar aksi simbolis. “Di Beach Cleaning Company, kami percaya bahwa pantai yang bersih bukanlah sebuah kemewahan, melainkan keharusan. Dukungan kami terhadap Magic Shootout 2026 adalah bagian dari komitmen untuk melindungi pesisir Bali bersama komunitas yang benar-benar peduli terhadap laut,” ujar Dimitri.
Lebih lanjut, Dimitri menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari proses diskusi panjang yang telah dimulai sejak awal 2024. Gagasan tersebut kemudian dimatangkan secara serius pada April 2025, dengan konsep yang sejak awal tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih pantai. “Sejak awal kami sepakat, ini tidak boleh berhenti di pungut sampah lalu selesai. Tujuan utamanya adalah mendorong perusahaan dan pelaku pariwisata agar lebih sadar terhadap sustainability,” jelasnya.
Menurutnya, BCC tidak hanya mengajak mengumpulkan sampah di pantai, tetapi juga memastikan sampah tersebut benar-benar dikelola dan diregenerasi melalui sistem circular economy. Sampah yang terkumpul dipilah dan disalurkan kepada mitra pengelolaan, termasuk pelaku daur ulang plastik, kaca, dan material lainnya di Bali.
Dalam proses perencanaan, tim BCC juga memperhatikan detail lapangan, seperti karakter pasir pantai dan jenis sampah yang paling sering ditemukan. Pendekatan ini dilakukan agar metode pembersihan dan pemilahan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Co-Founder BCC, Dini, menambahkan bahwa setiap pantai memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang disesuaikan. “Tidak semua pantai bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Kami menyesuaikan metode pembersihan berdasarkan kondisi lapangan dan jenis sampah yang dominan,” ujarnya.
Selain komunitas dan mitra lingkungan, sektor perhotelan juga menjadi fokus dalam program ini. Hotel-hotel di kawasan Bali Selatan hingga Nusa Dua diajak untuk terlibat, tidak hanya dalam aksi bersih pantai, tetapi juga dalam mengedukasi staf dan tamu terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. “Pesan besarnya adalah menyelamatkan planet tanpa merusak pariwisata. Justru pariwisata harus menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan,” kata Dini.
Ke depan, Beach Cleaning Company berkomitmen membangun sistem perawatan pantai harian di berbagai wilayah Bali. Program ini juga akan diperluas melalui kegiatan edukasi, penguatan pengelolaan sampah berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem daur ulang di kawasan wisata.
Sementara itu, Magic Shootout sendiri pertama kali digagas pada 2024 sebagai inisiatif pemuda pelajar di Sanur yang berangkat dari kecintaan terhadap surfing dan kepedulian terhadap garis pantai Bali. Memasuki tahun keduanya, Magic Shootout 2026 terus memperkuat posisinya sebagai kompetisi selancar yang mengedepankan sportivitas, talenta lokal, dan kesadaran lingkungan.
Melalui kolaborasi ini, BCC dan Magic Shootout 2026 berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam aksi nyata menjaga kebersihan dan keberlanjutan pesisir Bali.
BN-Radha
