WN China Diciduk Usai Terima Paket Narkoba di Denpasar

0
248

 

Balinetizen.com, Denpasar

Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional kembali terbongkar di Bali. Kali ini, paket mencurigakan dari Malaysia yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta menyeret seorang warga negara China di Denpasar.

Kasus ini terungkap berkat koordinasi antara Bareskrim Polri dan Bea Cukai Soekarno-Hatta yang mencurigai kiriman paket berisi narkotika.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi awal hasil deteksi di pintu masuk Indonesia.

“Setelah mendapat info tersebut, kemudian tim melakukan joint operation bersama Bea Cukai Soekarno-Hatta,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Alih-alih langsung menyita paket, tim menerapkan strategi control delivery. Paket tetap dikirim ke alamat tujuan di Denpasar dengan pengawasan ketat.

Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerima sekaligus membuka peluang mengungkap jaringan yang lebih luas.

Paket tersebut akhirnya tiba di kawasan Jalan Mekar Jaya Blok D, Denpasar, pada Rabu (8/4/2026).

Seorang pria warga negara China, Wu Yanguan (43), diamankan sesaat setelah menerima paket tersebut.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan narkotika yang disamarkan dalam kemasan minuman sachet.

Barang bukti yang diamankan meliputi:
12 kemasan berisi 175 gram MDMA (ekstasi)
2 sachet berisi 53,6 gram ketamin
2 unit ponsel milik tersangka
Pengembangan Jaringan Internasional
Menurut Eko, penangkapan ini bukan akhir dari pengungkapan kasus.

“Tim akan terus berkoordinasi untuk melakukan pendalaman, termasuk memeriksa jejak digital pada ponsel tersangka guna memetakan jaringan pengirimnya,” jelasnya, dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidik masih mendalami apakah Wu Yanguan hanya sebagai penerima atau bagian dari sindikat narkoba lintas negara yang menjadikan Bali sebagai titik distribusi.

Baca Juga :  Sekda Dewa Indra Lepas Kontingen Bali ke LT-V dan Karang Pamitran Nasional Tahun 2023

Kasus ini kembali menegaskan bahwa jalur pengiriman barang masih menjadi celah utama penyelundupan narkoba ke Bali.

Modus penyamaran dalam bentuk produk sehari-hari seperti minuman sachet dinilai semakin canggih dan sulit dideteksi, sehingga membutuhkan pengawasan ekstra dari aparat.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here