Bidik Emas Porprov, KONI Buleleng Gelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional

0
94

Balinetizen.com, Buleleng –

 

Berangkat dari Buleleng akan bertindak sebagai tuan rumah ajang Porprov Bali pada Tahun 2027 mendatang,
KONI Buleleng bekerja sama dengan LP2O Lankor menggelar pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional, Kamis (16/4/2026). Yangmana pelatihan ini, dijadikan langkah strategis untuk mendongkrak raihan medali emas Buleleng pada ajang olah raga bergengsi tersebut.

Pelatihan digelar selama enam hari, mulai Kamis (16/4) hingga Selasa (21/4), dengan menghadirkan dua orang pemateri, Prof Dr Ria Lumintuarso, dan Prof Dr Devi Tirtawirya.

Wakil Ketua II KONI Buleleng, I Ketut Iwan Swadesi mengatakan, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan kapasitas pelatih yang sebelumnya telah mengikuti level 1. Pada level 2, pelatih difokuskan pada peningkatan kemampuan menyusun program latihan berstandar performa tinggi, khususnya untuk atlet elite.

“Di Porprov sebelumnya, banyak atlet kita berhasil masuk final, namun belum maksimal meraih medali emas. Melalui pelatihan ini, kami dorong pelatih meningkatkan kualitas program latihan agar perak bisa dikonversi menjadi emas di 2027,” ujarnya.

Pelatihan digelar dalam dua gelombang dengan total 60 pelatih dari 48 cabang olahraga. Para peserta merupakan pelatih yang telah lulus level 1 dan menangani atlet-atlet berprestasi, baik peraih medali emas, perak, maupun perunggu pada Porprov Bali 2022.

Ketua Indonesian Conditioning Coaches Association (ICCA), Prof Dr Devi Tirtawirya menjelaskan, pelatihan level 2 menitikberatkan pada kemampuan pelatih dalam menyusun program latihan secara terstruktur mulai dari fase umum, khusus, pra kompetisi hingga kompetisi.

“Fokus utama level dua ini adalah pemrograman latihan. Pelatih harus paham kapan memberikan latihan, bagaimana dosisnya, serta bagaimana mengatur recovery atlet,” jelasnya.

Ia menyoroti salah satu faktor yang kerap memengaruhi penurunan performa atlet, yakni kesalahan dalam fase tapering. Menurutnya, banyak pelatih justru memberikan porsi latihan berat saat mendekati kompetisi, sehingga kondisi atlet kurang optimal saat bertanding.

Baca Juga :  Perbasasi Buleleng Gelar Kejuaraan Antar Klub SMA/SMK Se Buleleng

“Akibatnya atlet memang bisa masuk final. Saat puncak pertandingan performanya menurun karena recovery tidak maksimal. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.

Selain itu, pelatih juga dituntut mampu melakukan evaluasi mandiri melalui tes fisik secara berkala, tidak hanya bergantung pada pengujian dari KONI. Hal ini penting untuk menyesuaikan dosis latihan dengan perkembangan kondisi atlet.

Melalui pelatihan ini, KONI Buleleng optimistis kualitas pelatih akan semakin meningkat dan berdampak langsung pada prestasi atlet. Bahkan, program ini juga menjadi bagian dari target jangka panjang untuk mendorong pelatih Buleleng naik ke level internasional dalam dua tahun ke depan.

“Kami ingin tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses prestasi. Harapannya, raihan medali emas Buleleng bisa meningkat signifikan di Porprov 2027,” pungkas Iwan. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here