Balinetizen.com, Gianyar –
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka Bali Spirit Festival 2026 di Puri Padi Ubud pada Rabu (Buda Paing, Landep), 15 April 2026. Pembukaan festival bertaraf internasional ini turut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata RI, Vinsensius Jemadu.
Bali Spirit Festival yang menghadirkan perpaduan yoga, tari, dan musik dalam satu kemasan atraksi pariwisata spiritual ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival yang dinilai mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata spiritual dunia.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Bali, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Bali Spirit Festival 2026. Ini adalah event tahunan yang memadukan yoga, tari, dan musik dalam satu atraksi pariwisata spiritual yang unik,” ujar Giri Prasta.
Ia berharap pelaksanaan festival yang berlangsung pada 15–19 April 2026 ini dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian Bali.
Menurutnya, Bali tidak hanya dikenal karena kekayaan budayanya, tetapi juga karena alamnya yang lestari. Perpaduan keduanya melahirkan _taksu_ Bali, yakni kekuatan kharisma dan energi spiritual yang menjadi daya tarik utama Pulau Dewata di mata dunia.
Lebih lanjut, Giri Prasta menjelaskan bahwa taksu jagat Bali berakar dari kehidupan masyarakat Bali yang berpegang teguh pada ajaran Sad Kerthi. Konsep ini menekankan upaya menjaga kesucian dan keseimbangan alam semesta melalui enam unsur, yaitu Atma Kerthi, Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jnana Kerthi, dan Jagad Kerthi.
Sebagai penutup, ia mendorong agar Bali Spirit Festival dapat terus dikembangkan dengan memperluas jangkauan kerja sama bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota di Bali. Ia menegaskan bahwa event berkualitas seperti ini berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran.
Sementara itu, Deputi Kementerian Pariwisata RI, Vinsensius Jemadu, menyampaikan bahwa Bali Spirit Festival mendapat perhatian khusus dari Menteri Pariwisata. Event ini dinilai memiliki kualitas dan konsistensi yang layak untuk didorong menjadi agenda unggulan, tidak hanya di Bali tetapi juga secara nasional.
“Di tengah situasi global yang tidak menentu, kami mengapresiasi panitia yang mampu menyelenggarakan event ini secara konsisten dan berkualitas. Tidak semua pihak mampu menjaga keberlanjutan sebuah event,” ujarnya.
Ia optimistis Bali Spirit Festival dapat terus berkembang dan naik kelas, mulai dari skala lokal, regional, nasional, hingga menjadi event global. “Dari yang kami amati, Bali Spirit Festival sudah sangat layak menjadi event bertaraf dunia,” pungkasnya.

