Bedeng Terbakar di Padangsambian, Kerugian Jutaan Rupiah, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab

0
454

Balinetizen.com, Denpasar

 

Kebakaran melanda lahan kosong tempat pembuangan puing bangunan di Jalan Bukit Indah, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.

Peristiwa ini menghanguskan satu bangunan bedeng serta merusak pelinggih milik warga sekitar.

Lahan tersebut diketahui milik Ketut Darya dan aktivitas pembuangan puing dikelola oleh Samsul Hadi (60). Api pertama kali diketahui saat sudah dalam kondisi membesar.

Samsul Hadi mengaku sempat berada di lokasi sejak pagi, namun meninggalkan tempat sekitar pukul 11.00 WITA untuk salat. Saat kembali pukul 12.30 WITA, api sudah membesar. Ia sempat berusaha memadamkan api dengan ember dan menyelamatkan dua sepeda motor.

Saksi lain, Gede Darti Yasa (61), mencium bau terbakar sebelum melihat asap hitam tebal dan api yang cepat membesar.
Pemilik pelinggih, Gede Dana Yasa (65), juga sempat berupaya memadamkan api yang menjalar ke atap pelinggih berbahan ijuk sebelum petugas datang.

Akibat kejadian ini, bangunan bedeng beserta isinya terbakar, termasuk empat unit ponsel, satu televisi, dokumen penting, serta uang tunai sekitar Rp2 juta. Selain itu, pelinggih Kemulan, Taksu, dan Surya mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp10 juta.

Petugas BPBD Kota Denpasar mengerahkan 10 unit mobil pemadam dan berhasil menjinakkan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta memeriksa sejumlah saksi.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menegaskan bahwa dugaan sementara kebakaran dipicu oleh sisa pembakaran puing berupa kayu dan bambu yang dilakukan sehari sebelum kejadian.

Saat ini, Samsul Hadi telah diamankan di Polsek Denpasar Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Lepas Atlet PON Kabupaten Klungkung

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di area terbuka karena berisiko memicu kebakaran.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here