BALINOMICS 2026: Pariwisata Masih Dominan, BI Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali

0
281

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penyelenggaraan BALINOMICS 2026 pada 21 April 2026.

Forum strategis ini menjadi ruang diskusi lintas sektor dalam merespons tantangan ekonomi global, khususnya dampak eskalasi konflik geopolitik terhadap Bali.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, serta keynote speech dari Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, perbankan, hingga perwakilan negara sahabat.

Dalam sambutannya, Erwin mengapresiasi capaian ekonomi Bali tahun 2025 yang tumbuh 5,82% (year on year)—lebih tinggi dari nasional dan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Pertumbuhan ini juga ditopang oleh inflasi yang tetap terkendali.

Namun, ia mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah pada awal 2026 berpotensi memberikan tekanan, khususnya pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Gangguan konektivitas penerbangan internasional hingga kenaikan harga tiket pesawat diperkirakan dapat menimbulkan loss ekonomi sekitar 0,05% pada tahun 2026.

Untuk menjaga resiliensi ekonomi, Bank Indonesia merumuskan empat pilar utama:
Menjaga kinerja sektor pariwisata sebagai backbone ekonomi Bali
Mendorong investasi sebagai “new engine of growth”
Memperkuat sektor pertanian untuk diversifikasi ekonomi
Mengakselerasi UMKM dan digitalisasi sebagai katalis pertumbuhan

Sekda Bali, Dewa Made Indra, turut mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam menjaga ekonomi Bali tetap tumbuh berkelanjutan di tengah tekanan global.

Dalam sesi diskusi, Ekonom Senior Samuel Sekuritas, Fithra Faisal Hastiadi, menekankan pentingnya penguatan sisi supply melalui stimulus fiskal. Strategi front-loaded fiscal dinilai mampu mempercepat perputaran ekonomi di tengah melemahnya permintaan masyarakat.

Baca Juga :  Ganggu Ketertiban, Satpol PP Tertibkan Pedagang dan Parkir Liar di Dusun Sanglah Barat

Hal ini diperkuat oleh Kepala Kanwil DJPb Bali, Supendi, yang menyebutkan bahwa realisasi belanja APBN di Bali pada triwulan I 2026 tumbuh positif, terutama pada belanja modal.

Sementara itu, Advisor KPwBI Bali, Indra Gunawan Sutarto, menyoroti peran digitalisasi sebagai game changer. Ia menilai transformasi digital akan semakin cepat seiring meningkatnya penggunaan teknologi oleh generasi muda (Gen Y, Z, dan Alpha).

Dalam sektor pariwisata, optimalisasi QRIS cross border menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan transaksi wisatawan mancanegara.

Dekan FEB Universitas Udayana, Prof. Wiwin Setyari, mengungkapkan bahwa sekitar 50% kontribusi pariwisata nasional berasal dari Bali. Kondisi ini menunjukkan besarnya peran Bali, namun sekaligus menandakan tingginya ketergantungan terhadap sektor tersebut.

Belajar dari pandemi, struktur ekonomi yang terlalu terkonsentrasi pada pariwisata terbukti rentan terhadap shock. Oleh karena itu, transformasi ekonomi dan diversifikasi sektor menjadi agenda penting Pemerintah Provinsi Bali ke depan.

Redaktur Pelaksana Investor Daily, Nasori, menekankan pentingnya peran media dalam menjaga persepsi publik terhadap kondisi ekonomi. Penyajian informasi yang seimbang, akurat, dan kontekstual dinilai krusial agar masyarakat tetap optimistis di tengah dinamika global.

Sebagai penutup, kegiatan BALINOMICS 2026 dirangkaikan dengan kick off Program Pendidikan Kebanksentralan 2026 yang melibatkan lima perguruan tinggi di Bali.

Program ini mengusung tiga pilar utama:
Pembelajaran, Penelitian dan Pemberdayaan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi ekonomi, kapasitas akademik, serta mencetak SDM unggul yang mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here