Ratusan Warga Terdampak PT Imasco Asiatic Gelar Konsolidasi Akbar di Jember Selatan

0
195

Balinetizen.com, Jember

 

Ratusan masyarakat yang mengaku terdampak aktivitas PT Imasco Asiatic menggelar konsolidasi akbar bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur serta aliansi Jember Selatan Bersatu (JSB). Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Sadengan, Desa Kasiyan Timur, Kabupaten Jember, pada Minggu (26/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi menyampaikan orasi terkait berbagai persoalan yang dirasakan warga. Ketua LSM Laskar Jahanam, Dwi Agus, dalam orasinya menyampaikan bahwa masyarakat terdampak menginginkan kehidupan yang lebih sejahtera dan merdeka, namun kondisi di lapangan dinilai belum mencerminkan hal tersebut.

“Saya asli warga pribumi, mari kita bersatu melawan PT Imasco Asiatic, berjuang demi mensejahterakan rakyat,” ujar Agus.

Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan warga dalam satu wadah, yakni Jember Selatan Bersatu (JSB), agar perjuangan tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, seluruh gerakan ini dikoordinatori oleh MAKI Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Kapuran (FPK), Jainul Arifin, turut menyoroti persoalan operasional truk Over Dimension Over Load (ODOL) yang dinilai berdampak pada keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menyusun peraturan daerah (Perda) terkait pembatasan jam operasional kendaraan ODOL.

“Dengan adanya perda tersebut, masyarakat dan anak sekolah yang terdampak kendaraan truk ODOL dari PT Imasco Asiatic bisa beraktivitas dengan lebih aman dan lancar,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Jember Selatan Bersatu ke berbagai pihak terkait.

Heru juga menyoroti mekanisme penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Imasco Asiatic. Ia menyebutkan bahwa ke depan, penyaluran CSR diharapkan tidak lagi melalui kepala desa, melainkan melalui paguyuban masyarakat yang akan dibentuk.

Baca Juga :  Buleleng Raih Emas Pertama di Sepak Takraw Putri

“Hal ini dilakukan agar penyaluran lebih tepat sasaran dan transparan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa hasil konsolidasi tersebut akan dibawa ke notaris sebagai bentuk komitmen bersama, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

“Yang jelas, MAKI Jawa Timur akan terus mengawal aspirasi masyarakat JSB ini,” pungkasnya. (Bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here