Kecamatan Buleleng Menggelar SINGA KREN FEST 2026 Bertemakan “Purwaning Sastrotsawa Pragati”

0
71

 

Balinetizen.com, Buleleng

Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra,Sp.OG dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna,SH menggelar festival ditiap kecamatan se Kabupaten Buleleng.

Untuk Kecamatan Buleleng menggelar
SINGA KREN FEST 2026 (Singaraja Kreatif Seni Festival) dengan tema
“Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang digelar mulai tanggal, 8, 9, 10 Mei 2026 di Pelabuhan Tua Buleleng

“Dengat semangat kolaborasi menyukseskan Festival Kecamatan Buleleng “Singa Kren Fest 2026” sebagai ruang bersama untuk merawat, memperkuat, dan memperkenalkan identitas budaya Buleleng kepada masyarakat luas,” demikian dikatakan Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, S.Sos didampingi Sekretaris Kecamatan Buleleng, Ni Putu Sri Sundariani, S. STP, M.E saat jumpa pers dengan awak media di Labasa Cafe Singaraja, pada Selasa (5/5/2026)

Lebih lanjut dijelaskan
pada Tahun 2026 ini, Singa Kren Fest mengangkat tema
“Purwaning Sastrotsawa Pragati”
yang memiliki makna
“Nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.”

“Tema ini menjadi landasan bahwa kemajuan daerah tidak hanya dibangun melalui perkembangan modernisasi, tetapi juga harus berakar pada nilai budaya, tradisi, dan filosofi lokal yang diwariskan leluhur,” jelasnya.

Menurut dia, Singa Kren Fest 2026 hadir sebagai festival seni budaya tradisi yang dikemas melalui pendekatan akulturasi budaya, mempertemukan unsur tradisional dan modern dalam satu ruang kreatif yang inklusif dan kolaboratif. Dimana juga sebagian dukungan program prioritas Bupati Buleleng dalam mengangkat seni budaya tradisi juga ekonomi kreatif.

“Melalui festival ini, Kecamatan Buleleng ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada berbagai elemen masyarakat untuk tumbuh dan berproses bersama. Diantaranya, seniman dan pelaku seni tradisi
komunitas kreatif dan musik modern
Pelaku UMKM lokal (Kuliner, Agro, Fashion & Kriya), Komunitas esport, Gerakan kampanye peduli lingkungan dan pengelolaan sampah bersama Rumah Plastik Mandiri (Eka Darmawan),
generasi muda sebagai penerus budaya dan kreativitas daerah,” papar Camat Gopi Suparnaca.

Baca Juga :  Publik Menunggu Perpu Perampasan Aset dari Presiden, untuk Penyelamatan Keuangan Negara

Festival ini, ujarnya lagi selain menjadi hiburan masyarakay, juga menjadi wadah kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas untuk memperkuat identitas Buleleng sebagai daerah yang kaya budaya. Namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan Singa Kren Fest 2026 akan berlangsung pada tanggal 8, 9, dan 10 Mei 2026 bertempat di Pelabuhan Tua Buleleng dengan menghadirkan berbagai rangkaian acara. Seperti
pertunjukan seni budaya tradisional,
penampilan musik modern dan kolaborasi kreatif, pameran dan kurasi UMKM,
aktivitas komunitas dan esport, edukasi lingkungan dan gerakan pengurangan sampah,
aktivasi publik dan hiburan masyarakat.

“Kami berharap Singa Kren Fest dapat menjadi momentum bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta membangun ruang partisipasi masyarakat yang positif dan berkelanjutan.
Atas nama Pemerintah Kecamatan Buleleng, kami mengajak seluruh masyarakat, komunitas, media, pelaku usaha, dan seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan Singa Kren Fest 2026.
Karena budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi fondasi menuju masa depan,” tandas Camat Gopi Suparnaca.

Sementara itu, Sekretaris Camat Buleleng yang juga selaku Project Manager yakni Ni Putu Sri Sundariani memberikan penjelasan program Singa Kren Festival 2026.

Ia menerangkan sebagai bentuk implementasi dari tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati”, Singa Kren Fest 2026 dirancang dengan konsep festival kolaboratif yang menggabungkan nilai budaya tradisional dengan kreativitas modern dalam satu pengalaman festival yang inklusif.

Secara visual dan konsep acara, Singa Kren Fest 2026 menonjolkan unsur akulturasi budaya. Hal tersebut terlihat dari perpaduan elemen tradisi Buleleng seperti seni pertunjukan, ikon budaya, filosofi lokal, hingga pendekatan modern melalui desain visual, musik, komunitas kreatif, dan ruang interaksi generasi muda.

Baca Juga :  8EST Community Bali Gandeng Gapura Digital Gelar Workshop 'Kiat Membangun Portal Bisnis Hemat Biaya'

Adapun beberapa fokus utama pelaksanaan Singa Kren Fest 2026 antara lain :
Pelestarian Seni dan Budaya Tradisi
Festival ini menjadi ruang tampil bagi para seniman tradisi, sanggar, dan pelaku budaya untuk memperkenalkan kekayaan seni Buleleng kepada masyarakat luas.

“Ruang Kreatif Generasi Muda, kami memberikan ruang bagi komunitas modern. Seperti musik kreatif, komunitas esport, dan komunitas kreatif lainnya, agar dapat berkolaborasi dengan semangat budaya lokal,” ucap Sundariani.

Dalam oenguatan UMKM Lokal,
Singa Kren Fest menghadirkan kurasi UMKM Kecamatan Buleleng sebagai upaya mendorong produk lokal, agar memiliki daya saing dan ruang promosi yang lebih luas.

Kampanye Lingkungan dan Gerakan Sampah
Melalui kolaborasi bersama Rumah Plastik Mandiri, festival ini juga membawa pesan penting terkait kesadaran lingkungan, pengurangan sampah, dan pengelolaan limbah berbasis partisipasi masyarakat.

Aktivasi Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng
Pemilihan lokasi di Pelabuhan Tua Buleleng menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ruang historis dan identitas kawasan sebagai titik pertemuan budaya, sejarah, dan kreativitas masyarakat Buleleng.

“Dalam pelaksanaannya, kami juga berupaya menerapkan festival yang lebih tertib, nyaman, dan kolaboratif melalui sinergi bersama pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, media, relawan, dan masyarakat,” kata Sundariani.

“Kami percaya Singa Kren Fest bukan hanya menjadi event tahunan, tetapi juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Singa Kren Fest 2026.
Mari bersama-sama kita sukseskan Singa Kren Fest 2026,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here