Judi Togel dan Judi Tembak Ikan Merajalela di Kabupaten Batubara, Diduga Kapolres dan Kasat Reskrim Batubara Menerima Upeti Setoran Dari Mafia

0
68

 

Balinetizen.com, Batu Bara

Batubara, Praktik perjudian di Kabupaten Batubara kian meresahkan masyarakat. Judi togel dan judi tembak ikan disebut-sebut marak beroperasi di sejumlah wilayah tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen aparat dalam memberantas praktik ilegal yang jelas-jelas merugikan masyarakat.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, bisnis judi togel di Batubara sebelum nya dikendalikan oleh seorang bandar bernama Saron Sinaga. Informasi sekarang judi togel sekarang milik seorang berinisial Aseng Kayu mengendalikan jaringan togel di beberapa titik, seperti Desa Perupuk, Bulan-Bulan, seluruh Kecamatan Lima Puluh, hingga Desa Pematang Panjang. Perputaran uang dari bisnis haram ini kabarnya mencapai ratusan juta rupiah setiap hari .

Meski aktivitas mereka sudah menjadi tidak rahasia umum, praktik togel ini justru semakin terbuka. Warga menyebut, para pengecer togel beroperasi dengan leluasa, bahkan di depan umum. Mirisnya, hingga kini tidak ada tanda-tanda tindakan serius dari pihak kepolisian untuk menindak para bandar maupun pengecer togel tersebut. Situasi ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada pihak yang membekingi bisnis tersebut.

Setiap kecamatan ada kordinator nya pak salah satu sumber informasi dari Heri

Lebih memprihatinkan lagi, perjudian jenis tembak ikan justru lebih merajalela. Informasi yang beredar menyebut, bisnis ini dikendalikan oleh seorang “big boss” yang diduga kuat merupakan oknum berbaju hijau berinisial RK. Keterlibatan oknum aparat berseragam inilah yang diduga membuat perjudian tembak ikan nyaris kebal hukum. Arena judi tembak ikan terus bermunculan dan beroperasi tanpa hambatan dan merasa tidak takut dengan aparat penegak hukum.

Masyarakat Batubara menilai kondisi ini semakin memperburuk citra aparat penegak hukum. “Kalau memang benar ada oknum berseragam yang ikut bermain, wajar saja kalau aparat kepolisian tidak berani bertindak. Mereka mungkin malas berbenturan antar institusi,” ungkap seorang warga bernama Heri.

Baca Juga :  Beli Uang Palsu Lewat Online, Pedagang Tahu Dibekuk Polisi

Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam. Warga menilai, pembiaran terhadap perjudian hanya akan membawa dampak buruk. Tidak hanya merusak moral masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan tindak kriminalitas, seperti pencurian dan perkelahian akibat kecanduan judi. Generasi muda pun terancam ikut terjerumus dalam lingkaran perjudian yang semakin marak.

Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun institusi terkait, untuk tidak menutup mata. Mereka mendesak agar judi togel dan tembak ikan di Batubara segera diberantas, tanpa pandang bulu. “Kalau aparat serius, seharusnya bisa ditindak. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” ujar salah seorang tokoh yang bernama Heri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Publik berharap adanya sikap tegas dari Kapolda Sumatera Utara maupun Pangdam I/BB untuk menindak tegas siapapun yang terlibat. Masyarakat Batubara menunggu bukti nyata bahwa hukum masih bisa ditegakkan dengan adil tanpa pandang bulu.

Di duga AKBP Dolly Nelson HH Nainggolan tidak berani alias pengecut mengambil langkah tegas untuk tindak tegas pelaku pengusaha mafia judi togel dan judi tembak ikan di wilayah hukum Polres Batubara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here