Festival Egrang Tanoker ke-14 Diluncurkan, Jember Teguhkan Pelestarian Budaya di Era Digital

0
46

 

Balinetizen.com, Jember

 

Kegiatan tahunan masyarakat di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, yaitu Festival Egrang Tanoker ke-14 resmi diluncurkan pada Sabtu (9/5/2026). Festival budaya yang telah berkembang menjadi gerakan masyarakat ini dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Helmi Luqman yang mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait, tokoh budaya, komunitas pendidikan, pelaku pariwisata, relawan, hingga masyarakat Ledokombo.

Dalam sambutannya, Helmi Luqman menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Komunikasi dan Digital di Kabupaten Jember. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang dipadukan dengan perkembangan teknologi digital.

“Festival Egrang ini menunjukkan bahwa budaya tradisional tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Tradisi dan teknologi tidak perlu dipertentangkan, tetapi harus berjalan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, generasi muda harus tetap memiliki jati diri dan karakter bangsa. Menurutnya, permainan tradisional seperti egrang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan karakter yang penting.

“Egrang mengajarkan keseimbangan, keberanian, ketekunan, fokus, kreativitas, hingga kerja sama. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan untuk membangun generasi Indonesia yang unggul,” tambahnya.

Tema “Permainan Tradisional Egrang di Era Digital” dinilai menjadi pesan penting agar generasi muda mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan budaya dan nilai luhur bangsa.

Pemerintah Kabupaten Jember juga berharap budaya lokal dapat semakin dikenal luas melalui media digital, konten kreatif, platform edukasi, hingga promosi internasional berbasis teknologi.

Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, Festival Egrang Tanoker juga dinilai memiliki nilai pendidikan yang kuat, terutama dalam momentum Hari Pendidikan Nasional. Anak-anak diajak belajar disiplin, keberanian, kreativitas, solidaritas, serta mencintai budaya lokal sejak dini.

Baca Juga :  SF9 Batal Konser di Jakarta 23 Agustus 2019

Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, Helmi Luqman memberikan apresiasi kepada Komunitas Tanoker, para seniman, budayawan, guru, relawan, dan seluruh pihak yang selama 14 tahun konsisten menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Empat belas tahun bukan perjalanan yang singkat. Ini bukti ketekunan dan komitmen dalam menjaga budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan akan terus mendukung ruang kreatif dan kegiatan kebudayaan masyarakat, karena kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya karakter dan budaya masyarakatnya.

Festival Egrang Tanoker ke-14 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya lokal sekaligus memanfaatkan teknologi digital secara positif demi kemajuan pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Jember maupun Indonesia. (Bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here