Rakor di Bali, Menteri LH Dorong Percepatan PSEL dan Penghentian Open Dumping TPA

0
44

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Muhammad Jumhur Hidayat menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan pengelolaan sampah di Bali, mulai dari penghentian sistem open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), peningkatan pemilahan sampah dari sumber, hingga percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Rapat dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama para kepala daerah kabupaten/kota se-Bali, di antaranya Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Galosa, serta Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Usai rapat, Menteri Jumhur mengapresiasi komitmen pemerintah daerah di Bali dalam memperbaiki tata kelola lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Saya bahagia ternyata pimpinan di Bali punya komitmen yang begitu kuat untuk semakin hari semakin baik dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Jumhur, kondisi pengelolaan sampah di Bali saat ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan beberapa waktu lalu. Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah dinilai sudah berada di jalur yang tepat sembari menunggu beroperasinya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Secara umum Bali sudah lebih baik dari yang sebelumnya kita bayangkan. Langkah-langkah yang dilakukan sekarang sudah baik dan ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Kita optimistis Bali akan semakin bersih dan tetap menjadi pujaan wisatawan Indonesia maupun mancanegara,” katanya.
Menteri LH juga menegaskan bahwa pemerintah pusat mendukung penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal yang berkembang di masing-masing daerah.

Baca Juga :  Realisasi PAD Buleleng Capai 84,56 Persen Hingga November 2021

“Walaupun secara nasional kita memiliki panduan, di daerah ada cara-cara genius lokal atau kearifan lokal dalam menangani sampah. Itu harus terus dikembangkan,” jelasnya.

Selain persoalan sampah domestik, Kementerian Lingkungan Hidup juga berkomitmen menangani masalah sampah kiriman yang kerap ditemukan di sejumlah pesisir Bali. Menurut Jumhur, koordinasi akan dilakukan dengan daerah-daerah yang berpotensi menjadi sumber sampah kiriman tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan daerah-daerah yang berpotensi menjadi sumber sampah kiriman agar hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Jumhur menyebut tingkat pemilahan sampah di Bali saat ini telah mencapai sekitar 70 hingga 76 persen. Angka tersebut dinilai cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan hingga mencapai target 100 persen.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakhiri praktik open dumping di seluruh TPA, termasuk TPA Suwung, Denpasar. Namun demikian, penghentian sistem tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap menyediakan ruang bagi sampah residu yang belum dapat diolah.

“Yang ditutup adalah sistem open dumping-nya. Kalau masih ada residu yang belum bisa diolah, tentu tetap perlu tempat penampungan. Namun jumlahnya akan jauh lebih sedikit dibandingkan sekarang,” tegasnya.

Menurut Jumhur, jika pemilahan sampah dari sumber berjalan optimal serta pengelolaan di tingkat tengah dan hilir semakin baik, maka Bali berpeluang mewujudkan sistem pengelolaan sampah menuju zero waste.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan seluruh kepala daerah dalam rapat tersebut memaparkan perkembangan penanganan sampah di wilayah masing-masing.

“Kami baru saja rapat dan mendengarkan arahan dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup. Beliau berkenan mendengarkan perkembangan pengelolaan sampah di Provinsi Bali,” kata Koster.
Menurutnya, Menteri Lingkungan Hidup meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota segera mengakhiri praktik open dumping di TPA masing-masing, termasuk di TPA Suwung.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Melaspas Mendem Pedagingan, Pecaruan Rsi Gana di SDN 2 Dangin Puri

Selain itu, rapat juga membahas persiapan groundbreaking fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan segera dimulai sebagai bagian dari solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Bali.

“Dalam arahannya, Pak Menteri meminta agar open dumping diakhiri di seluruh TPA kabupaten/kota, termasuk TPA Suwung. Kami juga membahas persiapan groundbreaking fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujar Koster.

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dan pelaku pariwisata.

“Kami berterima kasih atas komitmen Bapak Menteri yang sangat tinggi terhadap pengelolaan sampah di Provinsi Bali,” pungkasnya.(AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here