Jelang Pemilu 2029, Ditintelkam Polda Bali Perkuat Sinergi Antisipasi Dinamika Politik

0
46

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Meskipun pelaksanaan Pemilu 2029 masih beberapa tahun mendatang, berbagai dinamika politik di tengah masyarakat mulai menunjukkan perkembangan yang perlu mendapat perhatian sejak dini. Meningkatnya aktivitas politik, berkembangnya isu-isu strategis di ruang publik dan media sosial, serta pesatnya arus informasi digital menjadi tantangan yang memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sebagai langkah preventif dalam menjaga kondusivitas wilayah, Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (11/6/2026) di Puri Nusa Indah Hotel, Jalan Waribang Nomor 99, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Kesamaan Persepsi dan Komitmen Bersama dalam Menyikapi Dinamika Politik guna Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas yang Kondusif di Provinsi Bali.”

FGD ini dihadiri oleh perwakilan partai politik tingkat Provinsi Bali, organisasi kader ekstra kampus, organisasi kepemudaan, serta menghadirkan narasumber dari KPU Provinsi Bali dan Bawaslu Provinsi Bali. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, dan membangun sinergi dalam menghadapi berbagai dinamika politik menjelang Pemilu 2029.

Direktur Intelkam Polda Bali, Kombes Pol. Andy Ervyn, S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa stabilitas sosial dan politik merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara aparat keamanan, penyelenggara pemilu, partai politik, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, meskipun tahapan Pemilu 2029 masih cukup panjang, berbagai perkembangan politik sudah mulai dirasakan saat ini. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi, koordinasi, serta deteksi dini untuk mencegah munculnya potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

“Stabilitas kamtibmas yang kondusif menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan dan kehidupan demokrasi yang sehat. Karena itu, seluruh pihak perlu membangun komitmen bersama dalam menyikapi dinamika politik secara bijaksana dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga :  Ny. Putri Koster Beri Pelatihan Etika Berbusana Adat dan Tata Rambut Sesuai Budaya Bali

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Andy Ervyn juga mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat. Selain itu, penguatan literasi digital dinilai menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan era informasi yang semakin cepat dan terbuka.

Ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk menangkal penyebaran hoaks, disinformasi, propaganda digital, ujaran kebencian, serta berbagai bentuk konten provokatif yang berpotensi memecah persatuan dan mengganggu keamanan menjelang pesta demokrasi.

Melalui FGD ini, Ditintelkam Polda Bali berharap tercipta kesamaan persepsi dan komitmen bersama di antara seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif, sehingga proses demokrasi menuju Pemilu 2029 dapat berlangsung aman, damai, dan berkualitas di Provinsi Bali.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here