Kejurnas Federasi Kempo Indonesia 2026 Digelar Di Buleleng, Mempertandingkan 43 Kelas

0
32

 

Balinetizen.com, Buleleng

Federasi Kempo Indonesia (FKI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo 2026, yang kegiatannya berlangsung selama empat hari, mulai 8 – 11 Juli 2026 di Gedung Tennis Indoor Undiksha, Kampus Jinengdalem, Singaraja.

Kejurnas yang dilaksanakan FKI ini, tidak hanya memburu gelar juara nasional, namun juga dibarengi Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Refreshing Wasit sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia kempo Indonesia.

Ketua Panitia Kejurnas FKI 2026, Ir. Yulianto Maris, PG.Dipl, mengatakan penyelenggaraan Kejurnas tahun ini tidak hanya berorientasi pada persaingan atlet, tetapi juga pembinaan berkelanjutan.

“Bukan Kejurnas saja. Selama beberapa hari kegiatan berlangsung, kita juga melaksanakan kenaikan tingkat secara nasional, kemudian ada penyegaran untuk wasit,” ujar Yulianto kepada wartawan di sela-sela UKT, Rabu (8/7/2026).

Yulianto menjelaskan, agenda dimulai dengan Ujian Kenaikan Tingkat pada Rabu (8/7). Selanjutnya, Kamis (9/7), digelar Refreshing Wasit mulai pukul 08.00 Wita, dilanjutkan Technical Meeting pada pukul 16.00 Wita.

Sementara itu, upacara pembukaan Kejurnas akan berlangsung pada Jumat (10/7), disusul pertandingan yang berlangsung selama dua hari hingga penutupan pada Sabtu (11/7).

Dalam pelaksanaan UKT kali ini, FKI hanya menggelar ujian hingga Dan III. Menurut Yulianto, hal itu disebabkan Sensei dari International Kempo Association (IKA) yang dijadwalkan hadir dari London batal datang karena alasan kesehatan.

“The show must go on. Tiga agenda tetap kita laksanakan di Bali. UKT tetap berjalan, tetapi hanya sampai Dan III. Kalau Sensei dari London hadir, sebenarnya bisa sampai Dan VII,” jelas Yulianto yang juga menjabat Wakil Ketua Umum FKI.

Akibat pembatasan tersebut, peserta UKT tahun ini hanya diikuti delapan peserta.

Tak kalah penting, FKI juga menggelar Refreshing Wasit yang diikuti 18 peserta, terdiri dari 15 wasit yang akan memimpin pertandingan Kejurnas dan tiga koordinator wasit. Peserta yang mengikuti penyegaran akan memperoleh sertifikat sebagai bagian dari peningkatan kompetensi.

Baca Juga :  Dari Workshop Penanganan Bencana Gunung Api di MFRI Yamanashi Jepang: Pentingnya Komunitas Relawan dalam Penanggulangan Erupsi Gunung Api

“Pesertanya merupakan wasit senior sesuai dengan jenjang dan kualifikasinya. Setelah refreshing mereka akan mendapatkan sertifikat wasit,” kata Yulianto.

Pada sektor pertandingan, Kejurnas FKI 2026 menghadirkan persaingan yang cukup padat. Sebanyak 43 kelas diperebutkan, meliputi nomor Embu (Kerapian Teknik) perorangan dan beregu serta Randori (Perkelahian) perorangan maupun beregu, yang terbagi berdasarkan kategori usia dan kelas berat.

“Kalau berdasarkan kategori usia dan berat badan, total ada 43 kelas yang dipertandingkan. Masih banyak nomor lain yang akan diperebutkan,” pungkasnya.

Turut mendampingi Yulianto dalam penjelasan kepada media, Ketua Pengda FKI Bali Ketut Bagiada, SH, dan Ketua Panitia Lokal Kejurnas FKI 2026 Ketut Sukalegawa.

Dengan perpaduan kompetisi nasional, peningkatan kualitas atlet melalui UKT, serta penyegaran perangkat pertandingan, Kejurnas FKI 2026 di Buleleng diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat kualitas pembinaan kempo Indonesia. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here