PSEL Bali Resmi Dibangun

0
30

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali yang ditandai dengan ground breaking di kawasan Pelindo Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026).

Proyek strategis nasional ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini membebani Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung.

Pembangunan PSEL merupakan implementasi awal dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan. Pemerintah menargetkan fasilitas ini mampu mengolah sedikitnya 1.200 ton sampah per hari menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengatakan pembangunan PSEL Bali menjadi tonggak penting transformasi sistem pengelolaan sampah nasional.

Menurutnya, pembangunan fasilitas modern tersebut harus berjalan beriringan dengan pengelolaan sampah sejak dari sumber melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

“Bali dipilih karena memiliki urgensi tinggi dalam penanganan sampah sebagai destinasi pariwisata internasional. Kondisi TPA Suwung yang telah mengalami kelebihan kapasitas membutuhkan solusi yang cepat dan berkelanjutan,” ujar Jumhur.

Saat ini, timbulan sampah gabungan dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung mencapai sekitar 1.600 ton per hari. Sebanyak 72,18 persen di antaranya masih dibuang ke TPA Suwung sehingga menimbulkan persoalan lingkungan yang serius.

Melalui PSEL, sebanyak 1.200 ton sampah setiap hari akan diolah menjadi energi terbarukan, sementara sisa sampah akan ditangani melalui sistem 3R sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih menyeluruh.

Menurut Jumhur, pembangunan PSEL juga menjadi bagian dari program nasional yang akan dikembangkan di 34 kawasan aglomerasi yang mencakup sekitar 60 hingga 70 kabupaten/kota di Indonesia.

“Daerah dengan timbulan sampah besar sangat tepat menggunakan teknologi waste to energy. Sedangkan daerah dengan volume sampah lebih kecil tetap didorong mengoptimalkan pengelolaan dari sumber dengan pendekatan ekonomi sirkular dan teknologi yang sesuai karakteristik wilayahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Kementerian BUMN Gelar Pelatihan UMKM Naik Kelas, Dukung Visi Presiden Prabowo

Proyek strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari Danantara Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut pembangunan PSEL Bali sebagai proyek pertama dalam program nasional pengolahan sampah menjadi energi.

“Ini merupakan momentum bersejarah karena ground breaking pertama program waste to energy Danantara dimulai di Bali. Sesuai arahan Presiden Prabowo, persoalan sampah harus segera diselesaikan melalui kolaborasi semua pihak,” kata Rosan.

Selain mengurangi penumpukan sampah, fasilitas ini juga diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs), menekan emisi karbon, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan PSEL Bali.

“Semoga kolaborasi yang baik ini berjalan lancar sehingga pembangunan dapat selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan,” ujar Koster.

Pemerintah berharap keberhasilan pembangunan PSEL Bali dapat menjadi model pengelolaan sampah modern di Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir, proyek ini juga diharapkan memperkuat ketahanan energi bersih, menekan emisi gas rumah kaca, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat.(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here