Balinetizen.com, Badung
Keributan terjadi di kawasan Simpang Taman Griya, tepatnya di samping SPBU Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Sabtu (18/7/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aksi sekelompok pemuda yang melempari pengendara menggunakan batu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian pertama kali diketahui melalui laporan masyarakat yang masuk ke layanan darurat 110 Polri. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan warga, sebelum keributan terjadi terdapat sekelompok orang yang diduga berasal dari luar Bali berkumpul di sekitar lokasi sambil mengonsumsi minuman keras. Kelompok tersebut kemudian diduga melakukan pelemparan batu terhadap warga maupun pengendara yang melintas menuju kawasan Perumahan Taman Griya.
Akibat aksi tersebut, sejumlah warga berdatangan ke lokasi dan melakukan sweeping guna mencari para pelaku. Mengetahui hal itu, para terduga pelaku melarikan diri dengan cara melompati pagar bangunan di sekitar lokasi sebelum masuk ke area permukiman warga.
Salah seorang saksi berinisial FS, warga Ungasan, mengaku menjadi korban pelemparan batu saat melintas sepulang berkumpul bersama teman-temannya.
Menurut keterangannya, batu yang dilempar mengenai bagian kepala dan wajahnya sehingga ia langsung berusaha menyelamatkan diri. Saksi juga mengaku melihat sekitar enam orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Setelah berhasil melarikan diri, FS kemudian menghubungi teman-temannya dan kembali ke lokasi. Saat itu ia mendapati banyak warga telah berkumpul karena juga mengaku menjadi korban pelemparan batu.
Dalam penanganan awal, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, di antaranya dua unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX, satu unit Honda Beat beserta STNK, sebuah dompet berwarna cokelat yang berisi KTP atas nama Daud D. Ngailo, serta satu lembar STNK kendaraan.
Selain itu, berdasarkan informasi di lapangan, terdapat tiga orang yang sempat diamankan oleh warga. Namun, ketiganya diketahui tidak saling mengenal dan diduga menjadi sasaran yang keliru saat sweeping berlangsung.
Hingga saat ini belum ada laporan polisi resmi dari para korban yang mengalami pelemparan batu maupun dugaan penganiayaan. Meski demikian, Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan tetap melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan memastikan kronologi kejadian secara utuh.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya laporan keributan tersebut. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat kepolisian.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat serta memastikan motif di balik keributan yang sempat meresahkan warga di kawasan Jimbaran tersebut.
(Jurnalis : Tri Widiyanti

