Bupati Jember dan Fakultas Pertanian UKRI Luncurkan Inkubator Agribisnis, Dorong Hilirisasi Jagung dan UMKM Tumbuh

0
231

 

Balinetizen.com, Jember 

 

Pemerintah Kabupaten Jember bersama Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) resmi meluncurkan Inkubator Agribisnis UKRI di Kecamatan Jenggawah, Selasa (21/7/2026). Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor pertanian melalui hilirisasi hasil panen, khususnya komoditas jagung, sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM berbasis pertanian.

Peluncuran inkubator tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem agribisnis yang terintegrasi dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, serta petani dan kelompok tani.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Jember. Menurutnya, potensi pertanian yang dimiliki Jember sangat besar dan perlu didukung dengan inovasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Yang kita butuhkan bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi bagaimana hasil pertanian itu bisa diolah sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, membuka peluang usaha baru, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Gus Fawait.

Ia menyambut baik kehadiran Inkubator Agribisnis UKRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Gus Fawait juga berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh petani dan pelaku usaha di lapangan.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar hasil riset dan pengabdian perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin Jember menjadi daerah percontohan pengembangan agribisnis berbasis inovasi,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma, menjelaskan bahwa Inkubator Agribisnis UKRI dirancang sebagai pusat pendampingan dan pengembangan usaha yang menghubungkan seluruh rantai agribisnis, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil, pembiayaan, hingga pemasaran.

Baca Juga :  Polisi Tembak Mati Begal Sadis di Medan

Menurutnya, fokus awal program ini adalah hilirisasi jagung agar komoditas tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah yang mampu melahirkan UMKM baru dan mencetak agropreneur muda di Kabupaten Jember.

“Inkubator ini merupakan wadah kolaborasi antara petani, UMKM, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga keuangan untuk menciptakan pertanian yang lebih maju dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” jelasnya.

Program ini dikembangkan melalui kerja sama Fakultas Pertanian UKRI dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, lembaga perbankan, serta petani dan kelompok tani.

Melalui sinergi tersebut, berbagai program akan difokuskan pada peningkatan budidaya komoditas unggulan, hilirisasi hasil pertanian, pengembangan UMKM, penguatan akses pembiayaan, perluasan kemitraan usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Dengan hadirnya Inkubator Agribisnis UKRI, diharapkan Kabupaten Jember mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan agribisnis berbasis kolaborasi yang mampu meningkatkan daya saing pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
( erman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here