Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79, Bupati Sutjidra Sebut Koperasi Harus Bertransformasi Menjadi Motor Ekonomi Modern Berbasis Digital

0
60

 

Balinetizen.com, Buleleng

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, menegaskan “Koperasi harus mampu bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, agar tetap menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan,” demikian penegasan Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Gedung Sasana Budaya, Singaraja pada Jumat (24/7/2026).

Iapun mengajak seluruh insan koperasi menjadikan peringatan Hari Koperasi sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan tata kelola, serta memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.

“Koperasi memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Disebutkan juga, bahwa saat ini tercatat sebanyak 573 koperasi, termasuk 148 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional, berjalan beriringan saling melengkapi dan menguatkan.

“Kita berkomitmen mendukung penguatan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola organisasi, dan pengembangan usaha yang profesional,” terangnya.

Selain itu, Bupati Sutjidra mendorong koperasi agar tidak lagi dipandang sebagai organisasi yang lambat dan tertinggal. Sebaliknya, koperasi harus berani memanfaatkan digitalisasi, sistem pembayaran modern, serta memperluas akses pasar melalui platform digital. Langkah tersebut dinilai penting, agar koperasi mampu merangkul generasi muda, petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas. Sehingga semakin berdaya saing dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Menutup sambutannya, Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh gerakan koperasi, BPD Bali, sponsor, panitia, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian Hari Koperasi ke-79. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat memperkuat peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Buleleng, Nengah Tenaya, B.Sc., dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Koperasi ke-79 tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga sarana memperkuat semangat berkoperasi sekaligus mempererat sinergi antargerakan koperasi dengan pemerintah, BUMN, BUMD, dan pelaku usaha. Mengusung tema “Koperasi Bangkit, Indonesia Sejahtera”, Dekopinda menegaskan pentingnya transformasi digital, penguatan kelembagaan, serta peningkatan daya saing koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi modern.

Baca Juga :  Satu Setengah Tahun Berjalan, Program Kartu Prakerja Jangkau 10,6 Juta Penerima Manfaat

Nengah Tenaya juga melaporkan rangkaian kegiatan Hari Koperasi ke-79 yang telah dilaksanakan sepanjang Juli 2026. Berbagai kegiatan tersebut meliputi lomba koperasi berprestasi, bakti sosial melalui program Mari Berbagi, dialog interaktif di radio, apel dan senam bersama, pasar rakyat, donor darah, lomba olahraga tradisional, gathering bersama BPD Bali, hingga lomba tata kelola koperasi.”Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan puncak peringatan di Gedung Sasana Budaya Singaraja yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada koperasi berprestasi serta hiburan rakyat,”imbuhnya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan terselenggara berkat kolaborasi antara gerakan koperasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta dukungan berbagai pihak. “Kita berharap sinergi ini mampu memperkuat eksistensi koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung visi Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun koperasi yang modern, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here