Geger! Jenazah Diduga WNA Ditemukan Terlilit Tali Bubu Nelayan di Perairan Canggu

0
205

Balinetizen.com, Badung

 

Warga dan nelayan di kawasan Pantai Batu Mejan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang diduga merupakan warga negara asing (WNA), pada Kamis (30/7/2026) lalu.

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WITA oleh seorang nelayan Canggu, Wayan Suardita (50), saat sedang melaut. Saat ditemukan, jenazah mengapung di perairan sekitar 500 hingga 600 meter dari bibir Pantai Batu Mejan dalam kondisi terlilit tali pelampung bubu nelayan.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas Balawista. Selanjutnya, petugas Balawista bersama dua rekannya dan satu personel Satpolairud Polres Badung, AIPTU I Ketut Sudiarsa, menuju lokasi menggunakan rubber boat untuk melakukan evakuasi.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati korban dalam posisi tengkurap. Leher, tangan kanan, serta bagian selangkangan korban terlilit tali pelampung bubu nelayan. Setelah tali dilepaskan, jenazah dimasukkan ke kantong jenazah sebelum dibawa ke Pantai Oldman’s Beach untuk penanganan lebih lanjut.
Hasil pengamatan di lokasi menunjukkan kondisi jenazah telah mengalami dekomposisi lanjut. Hampir seluruh permukaan kulit korban mengelupas akibat terlalu lama berada di dalam air laut. Identitas korban hingga kini masih belum diketahui.

Tim Identifikasi Polres Badung menemukan adanya cairan bercampur darah yang keluar dari telinga korban serta bekas jeratan tali pada bagian leher. Selain itu, hampir seluruh kulit tubuh korban telah mengelupas.

Berdasarkan pemeriksaan awal Tim Identifikasi, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan. Namun demikian, penyebab pasti kematian masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil autopsi di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Sementara itu, dokter Puskesmas Kuta Utara, dr. Dedit Pramana, memperkirakan waktu kematian korban berkisar 6 hingga 12 jam sebelum ditemukan. Perbedaan estimasi tersebut mempertimbangkan pengaruh kondisi jenazah yang berada di dalam air laut terhadap proses perubahan tubuh setelah kematian.

Baca Juga :  Desa Adat Buleleng Membagikan Notebook dan Printer Ke 14 Banjar Adat

Sekitar pukul 13.00 WITA, jenazah dievakuasi menggunakan kendaraan BPBD Kabupaten Badung menuju RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi dan autopsi.

Polisi menduga penemuan jenazah tersebut berkaitan dengan insiden tenggelam atau hanyut di laut. Meski demikian, aparat masih mengumpulkan informasi mengenai kemungkinan adanya laporan orang hilang maupun wisatawan yang dilaporkan tenggelam dalam beberapa hari terakhir.

“Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab pasti kematiannya,” ujar Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Ni Nyoman Ayu Inastuti, dihubungi Senin (3/8).

Pihaknya mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui informasi terkait korban agar segera melapor kepada pihak berwenang.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here