Balinetizen.com, Jembrana
Sampel kasus gigitan anjing terhadap tiga warga Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali sudah keluar dan positif rabies. Anjing diketahui mendadak mati setelah menggigit korban yang ketiga.
“Sampel yang kita kirim hasil labnya sudah kita terima. Anjing yang menggigit tiga warga Baler Bale Agung dinyatakan positif rabies,” ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Peternakan, Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Minggu (20/9/2026).
Disaat bersamaan pihaknya juga telah menerima hasil lab sampel kasus gigitan anjing yang terjadi di wilayah Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Melaya.
Di Kecamatan Mendoyo terjadi dua kasus gigitan anjing terhadap dua warga Banjar Munduk, Desa Pohsanten. Anjing berumur sekitar 6 bulan tanpa diprovokasi menggigit seorang warga setempat. Sedangkan kasus kedua seekor kucing betina berumur sekitar 2 bulan menggigit karena diprovokasi.
“Dari kasus itu, hasil lab sampel kucing, negatif sedangkan sampel anjing hasilnya positif,” ujarnya.
Sementara sampel yang dikirim dari kasus gigitan anjing berumur sekitar 3 bulan terhadap salah satu warga Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara dinyatakan negatif. Sedangkan kasus gigitan anjing berumur kurang lebih 3 tahun terhadap warga Moding Kaja, Kecamatan Melaya dinyatakan positif rabies.
“Dari sample yang kami kirim kebanyakan anakan yang hasilnya positip,” imbuhnya.
Pihaknya akan segera melakukan sosialisasi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dan masyarakat yang memiliki HPR (Hewan Penular Rabies) yang belum divaksin agar segera menghubungi petugas Medik-Vet di masing-masing kecamatan untuk bisa mendapatkan vaksin. (Komang Tole)

